Entertainment / Gosip
Selasa, 17 Maret 2026 | 18:00 WIB
Nunung Srimulat dalam sebuah wawancara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2025. [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Baca 10 detik
  • Nunung menggambarkan sakitnya kemoterapi seperti tulang yang terasa copot dan tubuh yang terasa "mengambang" tanpa sensasi pijakan.
  • Selama enam bulan pengobatan, ia mengalami pelemahan fisik yang luar biasa hingga harus disuapi dan merelakan rambutnya habis.
  • Nunung menjalani enam kali kemoterapi dengan jeda pemulihan yang sangat singkat, yakni hanya dua hari merasa sehat sebelum harus kemo kembali.

Suara.com - Komedian Nunung sempat berjuang melawan vonis kanker payudara yang mengharuskannya menjalani serangkaian pengobatan intensif, termasuk kemoterapi.

Kini, setelah dinyatakan sembuh, ia membagikan pengalaman pahitnya saat harus berhadapan dengan prosedur medis tersebut dalam sebuah perbincangan bersama Ivan Gunawan.

"Aduh... udah deh, ampun ya Allah. Jangan sampai lagi bener-bener deh," ujar Nunung melalui kanal YouTube Comic Revolution pada Senin, 16 Maret 2026.

Bagi Nunung, setiap sesi kemoterapi adalah perjuangan fisik yang luar biasa. Ia mengibaratkan prosedur itu seperti memasukkan cairan beracun ke dalam tubuh yang sehat demi membasmi sel kanker.

"Aduh... perih... Ini bayangin sih, manusia seger dimasukin racun gimana sih? Dua liter lho," ungkapnya.

Menariknya, penderitaan tersebut tidak langsung muncul seketika saat cairan kimia mengalir ke pembuluh darahnya. Nunung menjelaskan bahwa ada jeda beberapa hari sebelum efek samping yang dahsyat mulai menyerang seluruh tubuh.

"(Efek) Kemo itu setelah tiga hari, itu mulai tulang itu kayak copot semua," jelas komedian kelahiran Solo tersebut.

Selain nyeri tulang yang menyiksa, Nunung juga mengalami gangguan pada saraf motorik dan keseimbangannya. Ia kerap kehilangan kepekaan sensorik hingga merasa tubuhnya seolah tidak menapak di bumi.

"Aku tuh kalau turun dari mobil, aku udah nginjek tanah belum ya? Padahal udah," katanya menceritakan sensasi "mengambang" yang dialaminya.

Baca Juga: Ancaman Tersembunyi di Balik Prostat Pria: Mengapa Operasinya Lebih Rumit dari yang Anda Bayangkan!

Kondisi fisiknya yang melemah drastis membuat Nunung bahkan tak mampu menyuap makanan sendiri ke mulutnya.

"Disuapin, makanannya udah lepas terus, nggak ngerasain apa-apa juga nggak enak. Udah nangis, gulung-gulung terus," tuturnya dengan nada sedih mengenang momen tersebut.

Siklus pengobatan yang sangat menguras energi ini ia jalani secara intensif selama enam bulan penuh. Nunung hanya memiliki waktu pemulihan yang sangat singkat di setiap periodenya sebelum jadwal kemoterapi berikutnya kembali tiba.

"Di balik tiga minggu itu baik dua hari ya, udah enakan dua hari, kemo lagi," pungkas Nunung menjelaskan betapa padatnya jadwal pengobatannya.

Perjuangan panjang ini pun berdampak nyata pada penampilan fisiknya. Demi meraih kesembuhan total, Nunung harus ikhlas kehilangan mahkota kepalanya akibat kerontokan yang hebat.

"Kemo enam kali kemo, enam bulan. Tiga minggu sekali. Terus gundul... Habis itu kan, rontok rambut," ucapnya.

Load More