Suara.com - Media sosial baru-baru ini dikejutkan dengan sebuah unggahan yang memicu keprihatinan mendalam di masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
Warga Loa Janan, Kutai Kartanegara dihebohkan dengan beredarnya potongan video asusila yang melibatkan dua oknum pelajar berseragam sekolah.
Mirisnya, aksi asusila tersebut diduga direkam secara diam-diam oleh rekan sekolah mereka sendiri di sebuah kamar indekos.
Keterlibatan pihak ketiga yang merekam secara sembunyi-sembunyi di lingkungan tempat tinggal sementara seperti kamar kos menambah lapisan masalah dalam kasus ini, yang mengarah pada pelanggaran privasi yang serius.
Kejadian ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan anak di bawah umur yang seharusnya fokus pada pendidikan mereka.
Reaksi publik mengecam di berbagai platform digital. Banyak netizen yang miris melihat kelakukan dua oknum pelajar tersebut.
Kekecewaan ini semakin mendalam karena identitas institusi pendidikan mereka masih terlihat jelas.
Apalagi keduanya masih berseragam sekolah.
Dampak digital dari video ini meluas setelah beberapa akun media sosial membagikan ulang konten tersebut.
Baca Juga: Istri Dipecat karena Diadukan Kerja Tak Beres, Suami Aniaya Karyawan Indomaret
Salah satunya diunggah ulang akun kontrakankosjogja dan menuai beragam kecaman.
Meski dalam video yang diunggah ulang, video telah disensor karena memang tak pantas ditonton publik.
Dilansir dari media lokal setempat, pihak berwenang dan tokoh masyarakat segera memberikan peringatan keras terkait penyebaran konten bermuatan asusila ini.
Masyarakat diminta untuk memutus rantai penyebaran video guna melindungi masa depan para pelajar tersebut.
Pesan yang disampaikan sangat tegas: "STOP menyebarkan video tersebut melalui platform apa pun. Menyebarkan konten asusila dapat dijerat UU ITE."
Penekanan juga diberikan pada aspek kemanusiaan dengan himbauan untuk menghormati privasi dan masa depan anak di bawah umur.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Pencuri Disergap Saat Itikaf di Masjid Istiqlal, Berakhir Ricuh
-
Bude Wellness Tuai Sorotan Lagi, Dituding Anti Lahiran di RS Gegara Tak Sesuai Fitrah
-
Viral Mahasiswi Melahirkan saat Mudik: Awalnya Ngaku Sakit Perut, Berakhir Bawa 'Oleh-oleh' Bayi
-
Viral 2 Pengunjung PIM Rebutan Lahan Parkir, Akun IG Pelaku Menghilang?
-
Tak Terima Ditagih Rp768 Juta, Pasutri Pedagang Ayam Ngamuk di Kantor Pajak
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya