- Musisi dangdut anggota ARDI dan RAI mengeluhkan royalti periode Juli–Desember 2025 belum cair dari LMKN sejak Januari 2026.
- Perubahan kebijakan LMKN menyebabkan penurunan drastis nilai royalti, dari miliaran menjadi hanya sekitar dua puluh lima juta rupiah.
- Rhoma Irama menyumbangkan seratus juta rupiah kepada musisi terdampak sebagai bentuk kepedulian atas penundaan pembayaran royalti.
Suara.com - Sejumlah musisi dangdut yang tergabung dalam Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Anggota Royalti Dangdut Indonesia (ARDI) dan RAI mengeluhkan belum cairnya royalti dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
Di tengah situasi tersebut, Rhoma Irama menunjukkan kepeduliannya dengan menyumbangkan Rp100 juta untuk para musisi terdampak.
Keluhan ini mencuat dalam diskusi virtual yang diikuti sejumlah tokoh dangdut, seperti Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, dan Elvy Sukaesih bersama anggota ARDI.
Mereka membahas keterlambatan distribusi royalti periode Juli hingga Desember 2025 yang seharusnya mulai dibagikan sejak Januari 2026.
Dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa, 17 Maret 2026, ARDI dan RAI menyatakan hingga saat ini royalti tersebut belum diterima oleh para anggotanya.
Padahal, selama ini proses distribusi royalti berjalan lancar setiap tahun. Bahkan, biasanya pembagian sudah rampung menjelang bulan Ramadan atau sebelum Idul Fitri.
"Setiap tahun dalam proses pembagian royalti, ARDI pada masa puasa jelang Idul Fitri sudah tuntas dalam proses distribusi royalti kepada anggota. Akibat dari kebijakan LMKN saat ini, anggota ARDI tidak mendapatkan haknya," demikian pernyataan mereka.
ARDI dan RAI menilai keterlambatan ini berkaitan dengan perubahan kebijakan di tubuh LMKN. Salah satu perubahan tersebut adalah sistem penarikan royalti yang kini sepenuhnya dilakukan oleh LMKN, sementara LMK hanya bertugas mendistribusikan setelah proses verifikasi.
Tak hanya itu, LMKN juga disebut mengubah skema pembagian royalti dari sistem konsensus menjadi berbasis data penggunaan (proxy), serta menghapus alokasi bagi karya yang tidak terdeteksi penggunaannya (UPA).
Baca Juga: 33 Tahun ANTV Rayakan HUT di Subang: Intip Kejutan Musik Lintas Generasi di Bulan Ramadan
Dampaknya, nilai royalti yang diterima mengalami penurunan drastis. Jika sebelumnya bisa mencapai Rp1 hingga Rp1,5 miliar per tahun dari sumber analog, kini jumlah yang diterima hanya sekitar Rp 25 juta.
"Kali ini dengan proses hitung versi LMKN hanya mendapatkan haknya senilai Rp25.063.346. Sungguh ironis," tulis mereka.
Di tengah kondisi tersebut, Rhoma Irama mengaku prihatin terhadap nasib para musisi dangdut, khususnya pencipta lagu dan pelaku pertunjukan yang berharap mendapatkan royalti di bulan Ramadan.
Sebagai bentuk solidaritas, dia pun memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta kepada anggota ARDI dan RAI untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka sementara waktu.
Di sisi lain, polemik ini juga memunculkan tudingan bahwa dangdut dimarginalkan dalam perhitungan royalti. ARDI dan RAI menyoroti data LMKN yang menyebut penggunaan musik dangdut hanya sekitar satu persen.
Ketua ARDI, Ikke Nurjanah, mempertanyakan validitas data tersebut. Dia menilai klaim itu tidak sejalan dengan realita di lapangan, di mana musik dangdut masih mendominasi berbagai platform, mulai dari televisi hingga media sosial.
Berita Terkait
-
Royalti Dangdut Periode 2025 Belum Cair, Ikke Nurjanah Minta Transparansi Data ke LMKN
-
Unggahan Ahmad Dhani Soal Royalti Tuai Kritik di Tengah Kabar Duka Vidi Aldiano
-
Cerita Mistis Ikke Nurjanah dan Kristina di Balik Panggung Dangdut, Ada yang Sengaja 'Dikerjai'?
-
Kasus Pelanggaran Hak Cipta Lesti Kejora Resmi Dihentikan Polisi, Ini Alasannya
-
Ada Rp33 Miliar Royalti Lagu Belum Diklaim di LMKN
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Hentak Panggung Hammersonic 2026, Vokalis Speed Takjub Lihat Ribuan Hardcore Jakarta
-
Dituduh Jual Skincare Merkuri, Heni Sagara Seret Buzzer hingga ke Pengadilan
-
Dochi Perkenalkan 'Senjata Baru' Pee Wee Gaskins di Hammersonic 2026, Keyboardist Pindah Haluan
-
Dari Bandung hingga Australia, Ribuan Massa Berbaju Hitam Padati Perayaan 10 Tahun Hammersonic
-
Ada Petting Zoo dan Safari Garden di PetFest Indonesia 2026
-
Definisi Menolong Serigala: Maia Estianty Sempat Bela Dhani-Mulan saat Isu Nikah Siri Memanas
-
Jessica Iskandar Diteror Santet, Sang Asisten Malah Jadi Korban Salah Sasaran
-
Pakai Nama Rumi, Syifa Hadju Geram Dianggap Plagiat Alyssa Daguise: Habis Ini Napas Aja Gak Boleh
-
Vokal Mariah Carey Jadi Sorotan, Netizen Debat Panas soal Faktor Usia
-
Sisi Gelap Dunia Artis Dibongkar Jessica Iskandar: Dari Tawaran 'Dinner' hingga Ancaman Bangkrut