Entertainment / Gosip
Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:00 WIB
Ressa Rossano dan Denada (YouTube)
Baca 10 detik
  • Denada mengungkap trauma persalinan putranya, Ressa, yang dilakukan secara rahasia puluhan tahun silam tanpa didampingi suami.
  • Penyanyi Denada merasa sangat bersalah dan dihantui kecanggungan selama bertahun-tahun karena menyembunyikan kelahiran Ressa dari publik.
  • Kini, Denada berusaha menghubungi Ressa yang berusia 24 tahun untuk memberikan penjelasan serta meminta bertemu dan memeluknya.

Suara.com - Di tengah kasus dugaan penelantaran anak yang menjeratnya, penyanyi Denada membeberkan cerita kelam di balik kelahiran Ressa Rizky Rossano

Ibu dua anak ini rupanya menyimpan trauma mendalam karena harus melewati proses persalinan putranya tersebut seorang diri secara rahasia pada puluhan tahun silam.

Momen persalinan normal yang seharusnya penuh kebahagiaan justru menjadi titik terberat bagi mantan istri Jerry Aurum tersebut. 

Kehadiran sang bayi kala itu terpaksa disembunyikan rapat-rapat dari publik lantaran statusnya yang belum menikah.

"Jujur, kembali lagi aku kayak ada flashback. Yang aku ingat tuh aku pada saat itu aku sendiri, dan aku sedih banget, dan aku sakit banget rasanya hari itu. I was so alone," ungkap Denada sambil menahan tangis saat berbincang di kanal YouTube Feni Rose Official, Senin, 16 Maret 2026.

Melahirkan tanpa suami dan status sebagai ibu tunggal membuat luka batinnya semakin dalam. 

"Mestinya kan situasinya ideal, ada bapaknya, ada ibunya. Dan pada saat itu aku melihat betapa itu harus kita rahasiakan, itu harus kita keep. Itu mungkin salah satu hal yang juga bikin sedih," tambahnya.

Denada mengklaim, dirinya terus dihantui rasa bersalah karena menyimpan rahasia besar tersebut bertahun-tahun.

Beban psikologis tersebut bahkan membuatnya selalu merasa canggung setiap kali berpapasan dengan Ressa di momen kumpul keluarga.

Baca Juga: Sempat Tak Diakui Denada, Ressa Rizky Rossano Dapat Hadiah Umrah dari Dokter Reza Gladys

"I feel so guilty (aku merasa sangat bersalah), aku merasa bersalah banget. Aku seperti menyakiti semua orang, aku seperti merepotkan semua. Tapi aku enggak bermaksud begitu," ucapnya sambil terisak.

"Setiap aku melihat dia (Ressa), langsung berasa kayak 'iya ya, tahu apa enggak ya? Tahu apa enggak ya?'. Rasa canggung itu muncul karena aku merasa bersalah sama dia," lanjut Denada.

Kini, setelah mendiang ibunya, Emilia Contessa, meninggal dunia, Denada merasa harus mengambil alih tanggung jawab untuk jujur sepenuhnya. 

Dia mengaku terus berupaya menghubungi pemuda 24 tahun itu untuk sekadar bertemu dan berpelukan.

"Ressa kalau boleh, ingin rasanya ketemu Ressa. Enggak untuk apa-apa, aku hanya ingin ketemu kalau boleh pengin peluk aja. Tapi kalau Ressa enggak mau juga dimengerti kok," demikian bunyi salah satu pesan Denada kepada sang anak.

Denada sadar luka batin Ressa sangat dalam akibat merasa ditelantarkan. Karena itu, dia tidak memaksa sang putra untuk langsung memaafkannya.

Load More