Suara.com - Perayaan Nyepi yang sejatinya menjadi momen sakral bagi umat Hindu di Bali harus tercoreng karena ulah Warga Negara Asing (WNA) yang melecehkan acara sakral tersebut.
WNA dengan nama akun Instagram @luzzysun itu mengumpat dengan kata-kata tak pantas soal perayaan hari raya Nyepi.
Mulanya, bule tersebut mengatakan bahwa Nyepi adalah hari di mana semua orang tidak boleh keluar rumah.
Namun ia justru melanggar aturan tersebut dan terlihat membagikan videonya saat melakukan aktivitas di luar rumah saat Nyepi.
“Nyepi adalah hari di mana kamu tidak boleh keluar di Bali, cukup sunyi di luar,” tulis akun tersebut pada Kamis (19/3/2026).
Ia kemudian mengejek soal perayaan Nyepi dan aturan yang dibuat saat Nyepi tersebut.
“F*ck Nyepi day, and f*ck your rules too,” tulisnya.
Aksi bule yang menghina Nyepi tersebut kini menuai sorotan.
Baca Juga: Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
Senator Indonesia untuk Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik atau Ni Luh Djelantik bahkan mengancam untuk melaporkan ke pihak berwajib atas penghinaan yang dilakukan bule tersebut.
“Mbok Niluh meminta ybs segera diamankan. Jangan sampai lolos di bandara. Beri paham, jangan biarkan harga diri bangsa diinjak oleh bule ngelunjak tidak tahu diri ini," tulis Ni Luh Djelantik pada Jumat (20/3/2026).
“Mbok akan tengok dia di penjara sebelum dideportasi. Sebentar lagi Mbok akan menghubungi pihak Imigrasi dan Kepolisian. Terimakasih,” lanjutnya.
Senator itu menjelaskan bahwa bule tersebut telah melakukan beberapa pelanggaran yang mencoreng kesakralan Nyepi.
“Ybs telah melecehkan Hari Suci Nyepi tidak hanya melanggar aturan tapi juga menghina dengan kata-kata tidak senonoh,” tulisnya.
Ni Luh Djelantik laporkan soal pelanggaran saat perayaan Nyepi
Banyak yang mengutuk aksi bule tersebut yang melecehkan kesakralan Hari Raya Nyepi. Tak sedikit yang meminta agar bule tersebut segera dideportasi.
Berita Terkait
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
-
Tegar atau Pengecut? Mengapa Pilihan Cinta Sunset Bersama Rosie Bikin Emosi
-
Menikmati Seafood Segar dengan Panorama Sunset yang Ikonik di New Furama
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan