Bisnis / Keuangan
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:47 WIB
Bali dijadikan sebagai PFII (Sebastian Pena/Unplash)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan Bali menjadi Pusat Finansial Internasional guna menarik investasi global dan memperkuat pasar keuangan.
  • Jajaran eksekutif Danantara telah merancang strategi pengembangan infrastruktur serta ekosistem keuangan berstandar global pada Selasa, 14 Juli.
  • Proyek ini mengadopsi model Dubai International Financial Centre untuk meningkatkan daya saing serta pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.

Suara.com - Pemerintah terus mematangkan rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Proyek strategis ini diharapkan mampu menarik arus investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan internasional.

Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan. Kawasan keuangan tersebut dinilai berhasil mentransformasi Dubai menjadi salah satu pusat finansial terkemuka di dunia melalui ekosistem bisnis yang kompetitif dan ramah investasi.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara pada Selasa (14/7).

Rapat tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan PFII, mulai dari strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, hingga optimalisasi peran Danantara dalam pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung kawasan finansial internasional tersebut.

Kepala BP BUMN/COO BP Danantara, Dony Oskaria[Suara.com/Achmad Fauzi].

Menurut Dony, keberhasilan PFII tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik kawasan, tetapi juga kemampuan Indonesia membangun kepercayaan investor global melalui ekosistem yang kompetitif.

"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Dony dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).

Untuk diketahuin, DIFC menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari insentif pajak korporasi hingga 0 persen selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50.000 profesional, hingga dikenal sebagai "Wall Street of MEASA" (Middle East, Africa, and South Asia).

Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperluas akses pembiayaan, memperdalam pasar keuangan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.

Baca Juga: Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Load More