- Pemerintah Indonesia tengah mengembangkan Bali menjadi Pusat Finansial Internasional guna menarik investasi global dan memperkuat pasar keuangan.
- Jajaran eksekutif Danantara telah merancang strategi pengembangan infrastruktur serta ekosistem keuangan berstandar global pada Selasa, 14 Juli.
- Proyek ini mengadopsi model Dubai International Financial Centre untuk meningkatkan daya saing serta pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
Suara.com - Pemerintah terus mematangkan rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Proyek strategis ini diharapkan mampu menarik arus investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan internasional.
Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan. Kawasan keuangan tersebut dinilai berhasil mentransformasi Dubai menjadi salah satu pusat finansial terkemuka di dunia melalui ekosistem bisnis yang kompetitif dan ramah investasi.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara pada Selasa (14/7).
Rapat tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan PFII, mulai dari strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, hingga optimalisasi peran Danantara dalam pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung kawasan finansial internasional tersebut.
Menurut Dony, keberhasilan PFII tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik kawasan, tetapi juga kemampuan Indonesia membangun kepercayaan investor global melalui ekosistem yang kompetitif.
"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Dony dalam keterangannya dikutip, Rabu (15/7/2026).
Untuk diketahuin, DIFC menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari insentif pajak korporasi hingga 0 persen selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50.000 profesional, hingga dikenal sebagai "Wall Street of MEASA" (Middle East, Africa, and South Asia).
Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperluas akses pembiayaan, memperdalam pasar keuangan nasional, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.
Baca Juga: Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB
-
BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!
-
Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah
-
Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional