Entertainment / Gosip
Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:05 WIB
Ashari yang kini berjuluk Kiai Cabul Pati, pernah berusaha menyogok korban agar mencabut laporan [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]
Baca 10 detik
  • Tersangka Ashari melalui orang suruhannya mencoba menyogok keluarga korban dan pengacara hingga Rp400 juta agar laporan dicabut.
  • Pengacara korban, Ali Yusron, sempat dihadang dan diancam bahwa membongkar kasus ini akan membahayakan citra pondok pesantren serta iman.
  • Meski ditekan dan disogok, pengacara tetap melanjutkan perkara hingga Ashari yang sempat buron akhirnya berhasil ditangkap.

Suara.com - Ashari yang kini dapat julukan kiai cabul asal Pati, pernah berupaya menyogok korbannya dengan sejumlah uang agar mencabut laporan di kepolisian.

Hal ini diungkap keluarga dan pengacara korban, Ali Yusron, saat gelar konferensi pers  bersama pengacara kondang Hotman Paris di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis, 7 Mei 2026.

"Pihak si 'A' ini datang ke rumahnya pelapor, ke untuk menawari uang dan mencabut perkara," kata Ali.

Keluarga korban ketika itu menolak. Kemudian, tawaran berlanjut ke Ali sebagai pengacara korban.

"Pertama kali 300 (juta) di warung, ada dua orang. Saya yakin di dalam mobil itu tersangka ini di dalam. Saya tolak," kata Ali Yusron.

Ali Yusron pun terus menggaungkan kasus ini di media sosial. Sampai orang suruhan Ashari kembali mendatanginya.

"Yang kedua dengan waktu yang berbeda, setiap saya melakukan posting perkara ini, saya dihadang di parkiran, tiga orang," kata Ali.

Ali Yusron kemudian ditawarkan nominal uang yang lebih besar, yakni Rp400 juta. Tapi ia lagi-lagi menolaknya.

"400 (juta) saya enggak mau. Kalau itu saya ungkap nanti (katanya) membahayakan bagi pondok, karyawan atau karyawati," tuturnya.

Baca Juga: Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!

Upaya pembungkaman tak berhenti di situ. Ali kemudian diancam jika terus melanjutkan laporan.

"Saya diancam di parkiran depan BPN Pati, dipepet itu ada tiga orang. Bilang, 'Perkara ini kalau kamu bongkar ini akan imbas besar sekali, ini menyangkut pondok pesantren, muridnya besar, gurunya juga banyak, dan ada kaitannya dengan iman', saya dibilang gitu," kata Ali Yusron.

Hotman Paris mendampingi korban dan ayahnya dalam kasus pencabulan Kiai Ashari, konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis, 7 Mei 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]

Tapi Ali Yusron tidak gentar dan balik bertanya kepada orang tersebut, bagaimana jika yang menjadi korban adalah anaknya, saudaranya, apakah ia juga akan bertindak hal serupa.

"Jika perkara ini menyentuh keluarga Anda, seandainya anak Anda, bagaimana?'" tanya Ali Yusron yang membuat orang tersebut terdiam.

Setelah itu, Ali Yusron melanjutkan perkara hukum tersebut hingga menjadi viral seperti sekarang.

Ashari yang merupakan pendiri pondok pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah, diduga mencabuli 50 santriwati. Sempat buron, ia berhasil dibekuk aparat.

Load More