Entertainment / Gosip
Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:29 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap anak [freepik]
Baca 10 detik
  • Seorang guru ngaji di Probolinggo diduga membanting bocah 9 tahun di mushola karena tuduhan merusak mobil milik seorang Kiai.
  • Aksi brutal tersebut terungkap setelah rekan korban merekam kejadian secara diam-diam, yang kemudian menjadi dasar laporan keluarga ke polisi.
  • Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota, dan keluarga mendesak pihak kepolisian untuk segera menahan pelaku.

Suara.com - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan aksi kekerasan yang dilakukan seorang pendidik agama di Probolinggo, Jawa Timur.

Seorang guru ngaji diduga membanting bocah berusia 9 tahun ke lantai mushola.

Insiden ini terjadi di mushola Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, pada awal Maret 2026.

Aksi kekerasan tersebut terungkap setelah teman korban secara diam-diam merekam kejadian itu menggunakan kamera ponsel saat menyaksikan langsung di lokasi.

Meski sudah terjadi sejak awal bulan, korban baru berani menceritakan kejadian pahit tersebut kepada orang tuanya pada 19 Maret 2026.

Pelaku diduga melakukan tindakan brutal tersebut hanya karena masalah sepele, yakni menuduh korban telah merusak mobil milik tetangganya.

Ayah korban, Sulaiman, mengaku sangat terkejut ketika mengetahui perlakuan kasar tersebut.

"Hah? Kok dibilang... waduh kok sampe marah gini? Langsung istri saya mendatangi ke mushola itu, ditanyain apa salahnya anak saya kok sampai begitu, ya toh?" ujar Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, kemarahan guru tersebut dipicu kerusakan pada kendaraan milik pemuka agama setempat.

Baca Juga: Viral Istri Pamer Cepat Hamil dan Ejek Mantan Istri Suami Mandul, Ada Kisah Kualat Mengerikan

"Ternyata karena mencederai mobilnya abinya, Pak Kiai," ungkap Sulaiman.

Berbekal rekaman video dari teman korban, keluarga lantas melaporkan kasus penganiayaan ini ke unit PPA Polres Probolinggo Kota untuk diproses hukum.

"Saat ini kita sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap korban, saksi, dan juga orang tua korban," jelas AKP Rini Ifo Nila Krisna.

"Untuk pelaku nanti berproses setelah pemeriksaan saksi-saksi baru kemudian nanti kita tindak lanjuti ke sana," imbuhnya.

Keluarga korban kini mendesak aparat kepolisian untuk segera menahan terduga pelaku yang saat ini diketahui masih bisa menghirup udara bebas.

Load More