Entertainment / Gosip
Senin, 30 Maret 2026 | 09:00 WIB
Taqy Malik Sentil Jomblo Ngenes, Warganet Balik Serang Isu Wakaf Al-Qur'an (instagram)

Suara.com - Sosok Taqy Malik kembali menjadi sorotan setelah unggahan terbarunya di Instagram memicu perdebatan panas di kalangan warganet.

Dalam unggahan tersebut, Taqy Malik menyinggung para pengikutnya yang masih lajang dengan doa bernada sindiran yang langsung viral.

"Yaa Allah Yaa Rabbi, di luar sana masih banyak berkeliaran followers hamba yang jomblo ngenes, berikanlah mereka jodoh sebelum imam Mahdi turun yaa Rabb," tulisnya seperti dikutip pada Minggu, 29 Maret 2026.

Alih-alih menuai respons santai, unggahan tersebut justru diserbu komentar warganet yang mengaitkannya dengan polemik wakaf Al-Qur'an sebelumnya.

"Nggak ada jomblo ngenes, yang ada kalau suka makan duit haram itu hidupnya ngenes," komentar salah satu warganet yang hanya ditanggapi tawa oleh mantan suami Salmafina Sunan itu.

"Tapi jomblo-jomblo gini seenggaknya nggak suka ngekasus, Stad, eh masih pantas gak sih dipanggil ustaz?" tambah warganet lain tak kalah pedas.

Taqy Malik kemudian merespons dengan santai, menyebut warganet yang menyerangnya hanya baper.

Tak berhenti di situ, isu komersialisasi agama juga kembali diungkit, yang ditanggapi Taqy dengan nada bercanda.

Beberapa warganet bahkan secara terang-terangan mengaku datang karena isu lama,

Baca Juga: Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan

"Ke sini gegara berita wakaf quran," ujar warganet yang dijawab Taqy dengan, "Wow emejing."

Isu wakaf Al-Qur’an tersebut memang sempat mencuat pada Februari 2026 dan menjadi polemik serius yang menyeret nama Taqy Malik.

Seorang WNI di Arab Saudi, Randy Permana, menuding adanya mark-up harga mushaf dalam program wakaf yang dikelola Taqy Malik.

Harga yang ditawarkan kepada donatur disebut mencapai Rp330 ribu per mushaf, sementara harga pasar diklaim hanya sekitar Rp180 ribu hingga Rp200 ribu.

Selisih harga tersebut memicu dugaan keuntungan pribadi yang kemudian berkembang menjadi isu besar di media sosial.

Selain itu, pembelian mushaf dalam jumlah besar disebut berdampak pada sejumlah WNI yang sempat diamankan otoritas Arab Saudi karena dicurigai aktivitas ilegal.

Load More