Entertainment / Film
Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB
Tak hanya menyajikan teror sesaat, film Tumbal Proyek menyuguhkan cerita yang solid. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film horor Tumbal Proyek garapan sutradara Jero Point dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 13 Mei 2026.
  • Kiesha Alvaro dan Callista Arum memerankan kakak-beradik yang mengungkap misteri kematian ayahnya di lokasi proyek konstruksi yang mencekam.
  • Produksi film ini melibatkan totalitas akting serta detail desain produksi untuk menonjolkan pesan moral tentang bahaya keserakahan manusia.

Suara.com - Di tengah gempuran film horor di Tanah Air, rumah produksi Dee Company dan Jeropoint Pictures bersiap merilis karya terbaru mereka, Tumbal Proyek, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 13 Mei 2026.

Tumbal Proyek dibintangi oleh jajaran aktor muda berbakat seperti Kiesha Alvaro dan Callista Arum, didukung oleh penampilan kuat dari aktor Adi Sudirja hingga Karina Suwandi.

Disutradarai oleh Jero Point, yang sebelumnya sukses dengan film Jalan Pulang, Tumbal Proyek menjanjikan sebuah sajian horor yang berbeda. 

Film ini mengisahkan perjuangan kakak-beradik, Yuda (Kiesha Alvaro) dan Laras (Callista Arum), yang nekat menyusup ke sebuah proyek konstruksi untuk menguak misteri di balik kematian ayah mereka. 

Namun, di sana mereka justru terperangkap dalam teror mengerikan yang mengancam nyawa.

Pemai Film Tumbal Proyek, Callista Arum saat berkunjung ke redaksi Suara.com di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2026). [Tiara Rosana]

Saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa, 31 Maret 2026, para pemain membedah proses syuting, tantangan di balik layar, hingga kualitas produksi yang mereka yakini akan menjadi pembeda dan memberikan pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Pengembangan Karakter dan Cerita Jadi Kekuatan Utama

Berbeda dari film horor kebanyakan yang hanya mengandalkan ketakutan sesaat, para pemain Tumbal Proyek sepakat bahwa kekuatan utama film ini terletak pada alur cerita yang solid dan pengembangan karakter yang mendalam. 

Kiesha Alvaro, yang memerankan Yuda, bahkan menyebut ini adalah proyek horor paling serius yang pernah dia bintangi.

Baca Juga: Ghost in the Cell: Film Joko Anwar Tembus 86 Negara sebelum Rilis di Indonesia

"Film ini bukan cuman hanya film yang lima menit, 'Hah!', lima menit, 'Huh!'. Selain dari horor, film ini juga berbalut thriller dan juga gore," kata Kiesha Alvaro.

Putra sulung Pasha Ungu ini menjelaskan bahwa setiap karakter memiliki lapisan yang kompleks.

Pemai Film Tumbal Proyek, Adi Sudirja saat berkunjung ke redaksi Suara.com di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2026). [Tiara Rosana]

Karakternya, Yuda, digambarkan sebagai sosok yang sangat logis dan tidak percaya hal gaib. 

"Yuda itu jauh lebih realis. Dia lebih fokus sama apa yang terjadi di depan mata daripada ngurusin hal-hal yang bersifat supranatural," ujarnya.

Hal ini kontras dengan karakter Laras yang diperankan Callista Arum. Laras adalah sosok yang lebih agamis namun menyimpan ambisi terpendam. 

"Aku sama Ibu tuh dekat banget dan kami tuh lebih kayak agamis gitu. Cuma, sebagai karakter, aku sebenarnya juga punya ambisi yang cukup tinggi," imbuh Callista.

Kompleksitas cerita juga didukung oleh karakter misterius Yanto yang diperankan Adi Sudirja. 

"Yanto ini mengetahui semuanya yang tidak mereka ketahui. Tapi aku menyembunyikan semua itu," ucap Adi, memberikan sedikit bocoran tentang perannya sebagai penjaga rusun yang memegang kunci dari banyak rahasia.

Totalitas di Balik Layar dan Atmosfer Lokasi Syuting

Proses produksi Tumbal Proyek yang berlangsung selama 23 hari syuting menuntut totalitas dari para pemain dan kru.

Syuting yang mayoritas berlokasi di sebuah rumah susun (rusun) kosong dan tak berpenghuni berhasil menciptakan atmosfer mencekam secara alami.

Bagi Callista Arum, tantangan terbesar adalah adaptasi fisik dan mental. 

"Tantangan paling terbesarnya menurut aku kalau syuting film horor adalah jam tidur yang terbalik. Itu lumayan banget. Dan fisik juga ya, karena pasti film horor tuh banyak teknisnya," imbuh pemeran Laras tersebut.

Sementara itu, Kiesha Alvaro menghadapi tantangan teknis yang lebih spesifik.

Demi mendalami perannya sebagai pekerja proyek, dia harus mengikuti pelatihan khusus untuk mengoperasikan berbagai alat berat. 

"Karakter Yuda itu kan dia pekerja proyek yang langsung terjun ke lapangan. Jadi pastinya banyak penggunaan alat-alat berat. Contohnya aku belajar crane, belajar bawa ekskavator, dan lain-lain," tuturnya.

Meski tema filmnya serius dan mencekam, para pemain mengaku suasana di lokasi syuting justru sangat menyenangkan dan penuh keakraban, yang membantu mereka untuk tetap bersemangat.

Kualitas Produksi yang Tak Main-Main

Salah satu aspek yang paling dibanggakan para pemain adalah kualitas produksi film ini, mulai dari sinematografi hingga desain produksi (art direction). 

Adi Sudirja, yang mengaku ini adalah film horor pertamanya, menaruh kepercayaan besar pada visi sutradara dan tim produksi.

"Aku pribadi tertarik karena ini film horor pertamaku, dan Jero Point dengan pemikirannya yang out of the box. Cerita-cerita horornya bagus-bagus," ujar Adi.

Kiesha Alvaro secara khusus memuji hasil kerja sinematografer, Aji Rahmansyah. 

"Dari pengambilan gambar, shout out buat Pak Aji. Sinematografinya bagus banget," katanya memuji.

Adi Sudirja bahkan menyoroti detail luar biasa dari tim desain produksi dalam menjaga kesinambungan visual (continuity), yang menurutnya menjadi nyawa dari film. 

"Sesimpel gini, lantai itu seharusnya enggak kayak gitu. Tapi di lantai yang lain, maksudnya di scene berbeda, mereka harus build lagi agar sama persis. Art-nya bagus banget, itu yang nyawanya di film," kata Adi antusias.

Pesan Mendalam di Balik Teror Mencekam

Di luar adegan-adegan yang memacu adrenalin, Tumbal Proyek menyisipkan pesan moral yang kuat tentang bahaya keserakahan dan pentingnya nilai sebuah keluarga. 

Para pemain berharap penonton tidak hanya merasa takut, tetapi juga dapat merenungkan pesan yang coba disampaikan.

"Keserakahan manusia itu hal paling menakutkan sebenarnya," ucap Callista.

Kiesha kemudian menambahkan sebuah pesan yang lebih personal dan menyentuh. 

"Selagi orangtua masih hidup, temenin," ujarnya, mengisyaratkan betapa berharganya waktu bersama keluarga.

Chemistry antara Kiesha Alvaro dan Callista Arum sebagai kakak-beradik pun terjalin dengan sangat natural, meskipun ini adalah proyek pertama mereka bersama. 

Kiesha mengaku sempat "protes" karena Callista yang sedikit lebih tua darinya justru memerankan sang adik. Namun, dinamika itu justru membuat interaksi mereka di layar terasa otentik.

"Kami itu bukan tipe kakak-adik yang touchy, tapi kalau ada apa-apa, gue yang maju duluan buat lu," imbuh Kiesha, menggambarkan hubungan Yuda dan Laras yang saling melindungi.

Dengan cerita yang solid, karakter berlapis, kualitas produksi yang detail, serta pesan moral yang kuat, Tumbal Proyek siap menjadi salah satu film horor yang tidak hanya akan dikenang karena terornya, tetapi juga karena kedalaman ceritanya

Load More