Entertainment / Gosip
Jum'at, 03 April 2026 | 09:00 WIB
Maia Estianty dan Irwan Mussry takjub saat ziarah ke makam Imam Bukhari. [Instagram/irwanmussry]

Suara.com - Pasangan selebriti Maia Estianty dan Irwan Mussry baru-baru ini membagikan pengalaman perjalanan yang luar biasa saat menjelajahi kekayaan sejarah dan spiritual di Uzbekistan.

Perjalanan ini bukan sekadar plesiran biasa, melainkan sebuah penelusuran mendalam ke jantung peradaban Islam di Samarkand dan Khartang.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian pasangan ini adalah kondisi sosial di Uzbekistan yang sangat kontras dengan banyak negara berkembang lainnya.

Meskipun memiliki GDP sekitar US$4.000, Maia dan Irwan mengaku sangat takjub dengan kebersihan dan ketertiban di sana.

"Terus yang hebat tentang Uzbekistan tuh e GDP-nya 4.000 US tapi eh kita hampir tidak melihat ada homeless, enggak ada pemulung di sini tuh bersih banget," KATA Maia saat menggambarkan suasana kota yang rapi tanpa adanya kios-kios liar di pinggir jalan di channel YouTubenya.

Ketertiban ini juga tercermin dalam budaya transportasi publik mereka.

Saat mencoba naik MRT, Maia terkesan dengan keramahan anak muda setempat yang sangat menghormati turis dengan memberikan tempat duduk secara sukarela.

Keamanan dan kenyamanan ini menjadi latar belakang yang sempurna sebelum mereka menuju agenda utama, yakni ziarah ke salah satu tempat paling suci bagi umat Muslim.

Baca Juga: Bukan Ketupat dan Opor Ayam, Menu Lebaran Maia Estianty Sushi hingga Pasta

Momen puncak perjalanan spiritual mereka terjadi pada Rabu, 1 April 2026, saat mengunjungi peristirahatan terakhir perawi hadits legendaris, Imam Bukhari, di Khartang.

Irwan Mussry mengungkapkan rasa syukurnya melalui sebuah unggahan menyentuh.

"Bersyukur atas istriku tercinta @maiaestiantyreal dan saya berkesempatan mengunjungi tempat peristirahatan Imam Bukhari di Khartang, Uzbekistan, dan memberikan penghormatan kepada salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam," tulis Irwan Mussry pada postingannya, Rabu, 1 April 2026.

Setelah berziarah, petualangan berlanjut ke Samarkand, kota tua berusia lebih dari 2.700 tahun yang pernah menjadi pusat Jalur Sutra.

Maia dan Irwan menyempatkan diri mengunjungi Gur-e-Amir, mausoleum megah dengan kubah biru turkoas yang menjadi inspirasi arsitektur Taj Mahal.

Mereka juga belajar mengenai keunikan budaya lokal, seperti desain pintu rumah yang tertutup tinggi untuk menjaga privasi penghuninya, terutama kaum perempuan.

Load More