Entertainment / Gosip
Jum'at, 03 April 2026 | 10:00 WIB
Viral pertunangan anak di Madura dengan seserahan minyak telon hingga bedak bayi. (Instagram)

Suara.com - Viral video yang memperlihatkan prosesi pertunangan anak-anak yang unik, tetapi memicu kontroversi besar di tengah masyarakat.

Bukan perhiasan mewah atau barang bermerek, seserahan dalam acara tersebut justru didominasi oleh produk perawatan bayi, mulai dari minyak telon hingga bedak tabur.

Kejadian yang diduga terjadi di wilayah Madura ini seketika memicu perdebatan panas mengenai relevansi tradisi pertunangan dini di era modern.

Postingan yang viral tersebut menarik perhatian setelah dibagikan kembali oleh akun gosip populer, Lambe Gosiip.

Dalam narasinya, akun tersebut menuliskan, "Momen Prosesi Pertunangan Usia Dini di Madura, Seserahan nya Minyak Telon dan Bedak Tabur Untuk Anak-anak. Tradisi Ini Tuai Komentar Beragam Warganet."

Viral Pertunangan Anak di Madura dengan Seserahan Minyak Telon hingga Bedak Bayi. (Instagram)

Meski lokasi pasti dan identitas penyelenggara tidak dijelaskan secara rinci dalam video aslinya, pemandangan bocah-bocah yang duduk di tengah prosesi adat tersebut sudah cukup untuk memancing ribuan reaksi dari netizen.

Fenomena ini dianggap sebagai langkah mundur dalam perlindungan hak anak.

Banyak netizen yang menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai kebebasan anak-anak tersebut di masa depan.

Salah satu netizen memberikan komentar menohok, "Bisa dibilang menghambat anak mendapatkan 'jodoh yang terbaik' enggak sih? Dari orok udah ditentuin bakal nikah sama siapa."

Baca Juga: Hesti Purwadinata Semprot Pria yang Atur Cara Melahirkan Calon Istri

Kekhawatiran ini muncul karena anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan tersebut dianggap belum memiliki kapasitas untuk memahami komitmen jangka panjang seperti pertunangan.

Gelombang kritik tidak berhenti di situ. Banyak yang menyayangkan sikap orangtua yang seolah memaksakan kehendak atas nama adat istiadat.

Sentimen negatif ini terlihat dari komentar yang menyebutkan, "Mirisnya mereka bangga melakukan itu. Serta penegasan bahwa, "Tidak semua tradisi harus dilestarikan."

Para pengamat media sosial menilai bahwa di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pernikahan dini, praktik seperti ini justru memberikan citra negatif terhadap pelestarian budaya lokal.

Beberapa komentar bahkan menyuarakan kejengkelan yang lebih dalam terhadap peran orangtua dalam kejadian tersebut.

"Masih zaman kah pernikahan dini gini? Kalau iya yang egois di sini kedua orangtua masing-masing kesel banget lihat berita ginian," komentar netizen.

Load More