- Sutradara Ozan Ruz memproduksi film thriller investigatif berjudul Autopsy: Dead Body Can Talk yang diumumkan pada April 2026.
- Film ini mengangkat kisah nyata dokter forensik Sumy Hastry Purwanti saat mengungkap kebenaran melalui kesaksian tubuh manusia.
- Karya yang dibintangi aktor ternama ini menyajikan proses autopsi autentik serta pengalaman emosional mendalam bagi para penontonnya.
Suara.com - Film Autopsy: Dead Body Can Talk siap meramaikan industri perfilman Tanah Air dengan menghadirkan nuansa baru dalam genre thriller investigatif.
Disutradarai oleh Ozan Ruz, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga sarat makna dan kedalaman cerita.
Mengangkat kisah nyata dari seorang dokter forensik ternama, Sumy Hastry Purwanti, film ini berusaha menggambarkan bagaimana tubuh manusia dapat menjadi “saksi bisu” yang menyimpan berbagai kebenaran di balik sebuah kematian.
Dalam keterangannya, Ozan Ruz menjelaskan bahwa film ini bukan sekadar cerita kriminal biasa. Ia menggambarkan Autopsy sebagai perjalanan emosional dan intelektual yang menembus batas antara kehidupan dan kematian.
Menurutnya, tubuh manusia memiliki “bahasa” tersendiri yang dapat mengungkap fakta-fakta tersembunyi, bahkan ketika suara sudah tak lagi ada.
Melalui pendekatan visual yang intim serta atmosfer yang menekan, penonton diajak untuk ikut menyelami proses pengungkapan kebenaran yang dilakukan oleh Dr. Sumy Hastry.
"Autopsy adalah perjalanan menembus batas antara hidup dan mati, di mana tubuh menjadi saksi terakhir dari kebenaran yang tak bisa dikubur," terang sang sutradara dalam surel yang diterima Suara.com pada Minggu, 5 April 2026.
"Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan Dr. Sumy Hastry dalam merangkai kebenaran hingga menyadari bahwa kebenaran selalu menemukan jalannya, dengan cara yang tak terduga," sambungnya lagi.
Film ini juga menyoroti dedikasi dan ketelitian seorang ahli forensik dalam merangkai potongan-potongan fakta. Setiap detail kecil memiliki arti penting dalam mengungkap misteri yang ada.
Baca Juga: Review Mardaani 3: Penampilan Memukau Rani Mukerji sebagai Polisi, Baru Tayang di Netflix
Dalam proses produksinya, tim kreatif melakukan riset mendalam agar setiap adegan autopsi yang ditampilkan terasa autentik dan tetap berbasis pada ilmu pengetahuan.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kredibilitas cerita sekaligus memberikan edukasi kepada penonton mengenai dunia forensik yang jarang terekspos secara detail di layar lebar.
Dari sisi produksi, film ini digarap oleh produser Fariz Stanzah dan Marsa Moesa, serta didukung oleh executive producer Rina Sry Nirwana Tarigan. Kolaborasi ini menghasilkan sebuah karya yang tidak hanya kuat dari segi cerita, tetapi juga matang dalam eksekusi teknis dan artistik.
Deretan pemain yang terlibat pun menjadi daya tarik tersendiri. Nama-nama besar seperti Masayu Anastasia, Samuel Rizal, Rifnu Wikana, Ge Pamungkas, hingga Ryuka Bunga turut ambil bagian dalam film ini. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan performa akting yang kuat dan mendukung atmosfer cerita yang penuh ketegangan.
Secara keseluruhan, Autopsy: Dead Body Can Talk tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman reflektif tentang bagaimana kebenaran bisa terungkap melalui cara yang tidak terduga.
Film ini mengajak penonton untuk melihat kematian dari sudut pandang yang berbeda yakni bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari pengungkapan sebuah kebenaran.
Berita Terkait
-
Hadirkan Isu Kemanusiaan dan Pendidikan di Sumba, Film Yohanna Siap Tayang di Bioskop 9 April
-
Review The King's Warden, Kekuatan Akting Park Jihoon dalam Balutan Tragedi Sejarah
-
Black Water: Abyss: Terjebak di Gua Maut Bersama Predator Purba, Malam Ini di Trans TV
-
Hacksaw Ridge: Manifestasi Iman di Tengah Neraka Perang, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Thrash, Phoebe Dynevor Hadapi Ancaman Hiu di Tengah Badai Dahsyat
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Anak-Anak CBI Hidupkan Drama Musikal The Addams Family, Bawa Standar Walt Disney
-
Kim Myungsoo Bikin Jakarta Meleleh di Fancon Solo, Panggil Fans Sayangku hingga Joget Kicau Mania
-
Hey Slank Guncang Bandung, Angkat Spirit Berani Beda dan Dukung Industri Kreatif
-
Teaser Poster "Bapakmu Kiper" Dirilis, Fedi Nuril Jadi Kiper Tarkam di Film Komedi Terbaru
-
Disambut Penonton BIFAN 2026, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy