Entertainment / Film
Minggu, 05 April 2026 | 21:00 WIB
Billboard film "Aku Harus Mati" dikecam ketua Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso (Instagram/akuharusmati)

Suara.com - Kemunculan billboard film Aku Harus Mati di ruang publik menuai sorotan dan kritik dari berbagai pihak.

Salah satu yang angkat suara adalah Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso.

Sebagai dokter anak, ia menyoroti pentingnya menjaga ruang publik tetap aman secara psikologis, terutama bagi anak dan remaja.

Melalui akun Threadnya, dr. Piprim meminta agar pemimpin negara bisa lebih peduli tentang kondisi mental anak-anak Indonesia.

Ia menyampaikan kritik keras terhadap pemasangan billboard tersebut di ruang publik yang bisa menjadi pemicu tindakan negatif dari penderita masalah mental.

“Pak Presiden. Kasus anak dan remaja sakit mental makin meningkat pak. Lalu ketika mereka sedang galau dan baca banner besar 'Aku harus Mati' kira-kira mereka akan terinspirasi bunuh diri kan pak,” ujarnya pada Sabtu, 4 April 2026.

Billboard film "Aku Harus Mati" dikecam ketua Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso (Thread/dr.piprim)

Dr. Piprim heran bagaimana billboard tersebut bisa terpasang di ruang publik karena begitu sensitif terhadap kondisi kesehatan mental anak dan remaja yang saat ini kian memprihatinkan.

“Bagaimana bisa banner seperti ini dibiarkan terpampang di muka publik. Sebagai dokter anak sekaligus ketua ikatan dokter anak pak. Saya AMAT KEBERATAN dengan banner sampah ini,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa isu kesehatan mental seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk dalam hal penyebaran konten visual di ruang publik.

Baca Juga: Review Mardaani 3: Penampilan Memukau Rani Mukerji sebagai Polisi, Baru Tayang di Netflix

Menurutnya, pesan yang ditampilkan dalam billboard tersebut bisa memicu persepsi berbahaya bagi mereka yang sedang mengalami masalah kesehatan mental.

Dr Piprim juga memohon agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menertibkan billboard tersebut.

“Mohon dengan sangat pak. Jangan dipasang di tempat umum yang mudah dibaca oleh anak dan remaja” tulisnya.

"Aku Harus Mati" mengisahkan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik (Dok: Rollink Action)

Ia juga mengatakan bahwa para petinggi ikut bertanggung jawab jika nantinya billboard tersebut memakan korban jiwa karena kalimatnya yang memicu ajakan bertindak negatif.

“Jika ada remaja terinspirasi iri setelah membaca ini. Bapak bisa disalahkan juga pak karena membiarkan banner seperti ini bebas terpasang di negeri Indonesia ini. Terima kasih pak Presiden. Semoga diperhatikan ya pak,” tutup pernyataan tersebut.

Sebagai informasi, film Aku Harus Mati merupakan garapan sutradara Hestu Saputra. Film bergenre horor ini dibintangi oleh Hana Saraswati, Amara Sophie, dan Mila Rosinta.

Load More