Entertainment / Gosip
Minggu, 12 April 2026 | 18:40 WIB
Bisnis Kuliner Menantea milik Jerome Polin. (Instagram/@menantea.toko)
Baca 10 detik
  • Bisnis minuman Menantea resmi mengumumkan penutupan seluruh kegiatan operasionalnya secara total mulai tanggal 25 April 2026 mendatang.
  • Pendiri Menantea, Jerome Polin dan Jehian Sijabat, mengalami kerugian sebesar Rp38 miliar akibat penipuan dan penggelapan dana oleh mitra.
  • Manajemen memutuskan tidak menempuh jalur hukum dan memilih menutup bisnis setelah mengalami kegagalan pengawasan keuangan serta operasional internal.

Suara.com - Bisnis minuman teh buah Menantea resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya secara total pada 25 April 2026. 

Keputusan ini diambil setelah kedua pendirinya, kakak beradik Jerome Polin dan Jehian Sijabat, mengungkap skandal penipuan internal oleh oknum mitra bisnis yang memicu kerugian hingga puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan rangkuman informasi dari akun X @Makaryo0 pada Sabtu, 10 Oktober 2025, Jerome dan Jehian menjadi korban penipuan oleh oknum yang disebut sebagai "sesepuh bisnis F&B". 

Oknum yang memegang kendali operasional dan keuangan tersebut diduga memalsukan laporan keuangan untuk mengelabui pemilik.

"Si partner rutin kasih laporan keuangan dalam bentuk excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable. Jerome enggak pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di excel," tulis akun @Makaryo0.

Kecurigaan muncul pada 2023 saat saldo di rekening perusahaan mendadak habis, padahal kondisi gerai saat itu sedang ramai. 

Hasil penelusuran menemukan bahwa uang dari pembeli hak waralaba (franchise) dan keuntungan operasional dialirkan ke rekening pribadi oknum tersebut sejak Menantea berdiri. 

Total dana yang dipindahkan mencapai angka fantastis, yakni Rp38 miliar.

Melalui unggahan Instagram Story di hari yang sama, Jerome Polin membenarkan adanya penggelapan tersebut. 

Baca Juga: Mohon Doa, Ayah Jerome Polin Kritis di Rumah Sakit

Jerome menyebut dirinya dan sang kakak harus merogoh kocek pribadi hingga Rp10 miliar untuk menutupi kekacauan operasional yang ditinggalkan oknum tersebut.

"Sebenarnya, hasil audit Menantea udah keluar. Dan udah ketahuan berapa uang yang ditilep, angkanya hampir Rp10 M. Dan itu jumlah yang aku dan bang Jehian keluarin untuk nyelamatin Menantea, untuk cover semua biaya operasional, gaji, bahan baku, ganti rugi, dll," kata Jerome dalam unggahannya.

Hingga saat ini, Jerome memilih untuk tidak membawa kasus ini ke jalur hukum karena biaya audit forensik yang sangat mahal, mencapai Rp500 juta, serta proses yang memakan waktu lama. 

Dia juga menyebut bahwa oknum tersebut merupakan orang yang sama yang diduga pernah menipu almarhum Babe Cabita melalui skema franchise serupa.

"Kalau soal bawa ke jalur hukum, jawaban jujur: Belum ada waktu dan tenaganya. Currently sibuk ngurusin kerjaan sebagai content creator, dan juga bangun Mantappu Academy," jelas pria 27 tahun tersebut.

Dalam pernyataan resmi penutupannya, pihak manajemen mengakui adanya kegagalan dalam melakukan riset latar belakang mitra dan pengawasan keuangan di awal bisnis berdiri. 

Load More