Entertainment / Gosip
Rabu, 15 April 2026 | 21:00 WIB
Gus Miftah memuji diplomasi Prabowo terkait Selat Hormuz. Menurutnya, hal itu juga yang membuat BBM di Indonesia tidak mengalami kenaikan. [Instagram]

Suara.com - Pernyataan pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah kembali menjadi viral.

Kali ini, video ceramah Gus Miftah tengah membahas rahasia di balik stabilnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia yang tidak mengalami kenaikan.

Menurut Gus Miftah, ternyata tidak naiknya harga BBM berkaitan erat dengan peran diplomasi internasional yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan sahabat Raffi Ahmad ini saat ceramah di acara pengajian akbar Halal Bi Halal di Pekijingan, Krasakageng, Sragi Pekalongan pada 6 April 2026.

Dalam ceramahnya yang viral tersebut, Gus Miftah memuji langkah strategis Prabowo saat menghadapi situasi tegang di Selat Hormuz, salah satu jalur logistik minyak paling krusial di dunia.

Dia menyebutkan kemampuan diplomasi Prabowo menjadi penyelamat bagi kapal-kapal pengangkut minyak milik negara.

"Hebatnya Pak Prabowo apa? Di saat semua kapal yang melintas dicegat Iran, dua kapal Pertamina yang membawa minyak, atas diplomasi Pak Prabowo, kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz. Itulah salah satu penyebab kenapa BBM Indonesia tidak naik," kata Gus Miftah dengan suara lantang.

Menurut Gus Miftah, tanpa adanya diplomasi yang kuat dari Prabowo, pasokan minyak nasional bisa terganggu, yang secara otomatis akan memicu kenaikan harga BBM di dalam negeri.

Baca Juga: Viral Ibu Pemilik Warung Menangis dan Sungkem ke Gus Miftah, Tuai Pro Kontra

Keberhasilan ini dianggapnya sebagai bukti kapasitas kepemimpinan Prabowo dalam menjaga kedaulatan energi.

Tak hanya membahas soal ekonomi dan diplomasi, Gus Miftah juga menyentil dinamika politik terkini.

Dia merespons adanya kritik tajam dari kalangan akademisi dan pengamat yang dinilainya terlalu berlebihan dalam menyikapi pemerintahan saat ini.

Gus Miftah juga menyentil para akademisi yang dia anggap tidak imbang dalam mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/Rena Pangesti]

Dia secara spesifik menyebutkan sebuah nama yang belakangan ini menyita perhatian publik.

"Ada seorang pengamat namanya Saiful Mujani mengatakan Presiden Prabowo harus diturunkan," ujarnya.

Gus Miftah kemudian mengajak jemaah untuk melihat rekam jejak loyalitas Prabowo terhadap negara meski berkali-kali mengalami kegagalan dalam kontestasi politik sebelumnya.

Load More