Entertainment / Gosip
Rabu, 15 April 2026 | 21:00 WIB
Gus Miftah memuji diplomasi Prabowo terkait Selat Hormuz. Menurutnya, hal itu juga yang membuat BBM di Indonesia tidak mengalami kenaikan. [Instagram]

Dia menekankan Prabowo adalah sosok yang taat konstitusi dan tidak pernah memiliki niat untuk merusak stabilitas negara meski dalam posisi kalah.

"Pak Prabowo kalah Pilpres 2008 diam dan tidak protes, tidak makar. Kalah Pilpres 2014 dia terima, tidak makar dan tidak melawan negara. 2019 kalah, enggak melawan negara," ucapnya lebih lanjut.

Sebagai tokoh agama, Gus Miftah juga memberikan landasan teologis terkait sikap masyarakat terhadap pemimpin negara.

Dia menegaskan dalam keyakinannya, menjaga kedamaian dan tidak melawan pemerintah yang sah adalah sebuah keharusan, selama pemimpin tersebut tidak melanggar prinsip fundamental agama.

"Tradisi ahlusunah wal jamaah itu tidak boleh melawan negara. Kecuali kepala negara mengajak kepada musyrik dan menyekutukan Allah. Kalau kepala negara ngajak kafir baru dilawan. Pertanyaan saya, Pak Prabowo ngajak kafir apa eggak?" imbuhnya dalam video tersebut.

Namun video ceramah itu dinilai negatif oleh sebagian netizen. Sikap membela Presiden Prabowo diartikan sebagai aksi menjilat pemerintah.

Meski Gus Miftah menekankan jika dirinya bukan orang yang berpihak pada Presiden Prabowo.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Baca Juga: Viral Ibu Pemilik Warung Menangis dan Sungkem ke Gus Miftah, Tuai Pro Kontra

Load More