Suara.com - Di tengah kasus pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), beredarnya tangkapan layar yang menunjukkan isi percakapan di sebuah grup WhatsApp yang diduga beranggotakan orang tua dari para pelaku.
Alih-alih menunjukkan empati mendalam terhadap korban, isi percakapan tersebut justru menuai kecaman luas.
Ini karena mereka dianggap sangat defensif dan mencoba memitigasi konsekuensi hukum maupun akademik bagi anak-anak mereka.
Dalam potongan chat yang viral, terlihat beberapa orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap sanksi Drop Out (DO) yang membayangi para pelaku.
Salah satu anggota grup menuliskan, "Duh prihatin, kasihan ya. Semoga ada solusi lain selain DO."
Pernyataan ini memicu kemarahan publik, terutama bagi mereka yang menganggap tindakan pelecehan seksual di lingkungan akademik seharusnya mendapatkan hukuman terberat demi menjamin ruang aman bagi seluruh mahasiswa.
Lebih mengejutkan lagi, terdapat upaya untuk membedakan kadar pelecehan yang dilakukan oleh anak-anak mereka.
Orang tua pelaku mempertanyakan bentuk kekerasan yang dialami korban dengan nada yang dianggap meremehkan dampak psikologis pelecehan digital.
Dalam chat tersebut tertulis, "Pastinya korban sangat perlu lebih diperhatikan. Cuma korbannya emang diapain, secara fisik atau hanya lewat medsos aja?"
Baca Juga: Cinta Laura Desak Kasus Pelecehan Seksual FH UI Diusut, Minta Maaf Tak Cukup
Menanggapi hal ini, banyak pihak menekankan kekerasan seksual, baik dilakukan secara fisik, verbal, maupun daring melalui media sosial, tetaplah merupakan tindakan kriminal yang merusak mental korban.
Sentimen yang berkembang di grup tersebut juga menunjukkan kecenderungan menyalahkan pihak yang menyebarkan informasi atau whistleblower.
Para orang tua menyesalkan mengapa kasus ini harus mencuat ke publik dan menjadi bola liar.
"Maaf kalau boleh tahu mereka chatnya di grup umum atau privat? Andai saja si penyebar lebih bijak. Diingatkan/dinasehatkan terlebih dahulu sesama teman atau melibatkan pihak kampus (intern saja). Jika tidak berubah baru punishment. Kalau disebar seperti ini da menjadi bola liar. Semua pihak dirugikan," bunyi salah satu chat dari orangtua di grup itu.
Kritik tajam muncul menanggapi pernyataan ini, karena jika informasi tersebut tidak tersebar, kemungkinan besar hanya korban yang akan terus dirugikan tanpa adanya keadilan.
Beberapa orang tua bahkan mencoba mengusulkan sanksi alternatif yang dianggap lebih "ringan" daripada dikeluarkan dari kampus.
Berita Terkait
-
Berapa Jumlah dan Siapa Saja Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI?
-
Cinta Laura Murka Soal Pelecehan di FH UI: "Minta Maaf Bukan Tiket Bebas Sanksi!"
-
Selain Grup Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Lain yang Jarang Disadari
-
Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa
-
Andovi da Lopez Sebut Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Dibeking Orang Penting: Ini Jadi Tantangan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'
-
Review Film Memory: Ketika Liam Neeson Melawan Waktu dan Dirinya Sendiri, Malam Ini di Trans TV
-
Jessica Iskandar Unggah Ulang Konten Tangani Kesurupan, Ucapan 'Bismillah' Dihapus
-
Clara Shinta Lagi Proses Cerai, Anak Polos Tanya 'Papa Mana?'
-
Suasana Dingin di Balik Panggung GIGI Jadi Sorotan: Thomas Ramdhan Memilih Menyendiri
-
Videonya Viral, Tradisi Santri Jongkok Saat Guru Lewat di Ciamis Tuai Pro Kontra
-
Mahalini Dikritik Sombong Usai Tolak Foto Bareng Fans, Responsnya Dinilai Bikin Kesal
-
Jingga Vanessa, Juara Kontes Ambyar yang Kembali Menggetarkan Hati Lewat 'Kembang Sore'
-
Perjalanan Karier Justin Bieber yang Comeback di Coachella 2026, Sempat Bangkrut Hingga Jual Lagu
-
Andovi da Lopez Sebut Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Dibeking Orang Penting: Ini Jadi Tantangan