- Mahasiswi Universitas Cenderawasih, Martina Biri, meninggal dunia diduga setelah tiga kali ditolak RSUD Yowari karena masalah domisili BPJS.
- Pihak rumah sakit menolak memberikan pelayanan sejak Februari 2026 dengan alasan kartu BPJS korban terdaftar di Wamena.
- Korban meninggal dalam kondisi kritis di area rumah sakit setelah keluarga merasa dipersulit dengan prosedur pemeriksaan darah saat keadaan darurat.
Suara.com - Jagat media sosial digegerkan kabar duka memilukan yang menimpa mahasiswi di Papua. Informasi tersebut tersaji di laman Instagram @rumpi_gosip pada Rabu, 15 April 2026.
"Miris!! Diduga Ditolak Rumah Sakit Sebanyak 3X Karena BPJS Beda Domisili, Hingga Seorang Mahasiswi Meninggal Dunia di Pintu RS", demikian informasi yang tersaji.
Berdasarkan penelusuran, Seputar Papua melaporkan korban diketahui bernama Martina Biri. Dia adalah mahasiswi Universitas Cenderawasih berusia 23 tahun.
Kejadian tragis ini bermula dari masalah administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan yang dianggap tidak sesuai dengan domisili tempatnya berobat.
Kalu Arman Keroman, perwakilan keluarga menjelaskan penolakan medis ini sudah terjadi berulang kali sejak Februari 2026.
Martina pertama kali dibawa ke RSUD Yowari pada 13 Februari 2026 karena mengalami gangguan kesehatan pada bagian lambungnya.
"Pada tanggal 13 Februari itu kami keluarga bawa korban ke RSUD Yowari untuk berobat, namun saat sampai di sana, pihak rumah sakit mengatakan tidak bisa melayani karena BPJS nya terdaftar di Wamena sehingga keluarga bawa pulang dan dirawat di rumah," katanya.
Kemudian pada 4 Maret 2026, keluarga kembali mencoba membawa Martina ke rumah sakit yang sama.
“Jawaban dari pihak medis RSUD Yowari sama saja. Jadi kami keluarga bawa puang lagi ke rumah,” tuturnya.
Baca Juga: Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura
Kondisi Martina kian merosot, namun keluarga merasa buntu karena meyakini fasilitas kesehatan lain akan memberikan jawaban yang serupa.
“Kita mau bawa ke rumah sakit lain, tapi pasti jawabannya akan sama karena BPJS milik korban ini domisili Wamena, jadi kita rawat di rumah,” ujarnya.
Puncaknya pada 8 Maret 2026, Martina dilarikan dalam keadaan darurat. Namun keluarga justru diminta melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu.
“Namun yang aneh, justru kami diminta untuk membawa korban melakukan pemeriksaan darah, ini yang kami sesalkan karena kondisi pasien sudah kritis, malah diminta periksa darah,” sesalnya.
Nyawa Martina akhirnya tak dapat tertolong dan ia meninggal dunia saat hendak dipindahkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di IGD.
Berita Terkait
-
Viral Hair Croissant yang Menjijikkan: Kreativitas atau Pelecehan Berkedok Gimmick?
-
Objektifikasi Tubuh Perempuan di Balik Hair Croissant yang Viral
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Lagi Viral, Rescene Sukses Raih Trofi Pertama Music Show Usai 2 Tahun Debut
-
32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju
-
5 HP Murah Terbaik untuk Ojol Menurut Review, Performa Gacor Mulai Rp1 Jutaan
-
Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental
-
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat
-
Sering Dimintai Keterangan, Korban Kebakaran Ponpes Lombok Tengah Alami Tekanan Psikologis
-
Usai Tuai Kritik, Samsung Klarifikasi Isu Penghapusan Data Samsung Health
-
Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD