- Tiga oknum anggota Polri di Jambi diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang calon polwan berusia 18 tahun.
- Pelaku hanya menerima sanksi etik ringan berupa permintaan maaf, pembinaan rohani, dan penempatan khusus selama 21 hari.
- Korban melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri pada 15 April 2026 untuk menuntut keadilan melalui pendampingan hukum.
Suara.com - Institusi Polri kembali menjadi sasaran ktirik, setelah tiga anggotanya melakukan pemerkosaan terhadap seorang calon polwan berinisial C yang berusia 18 tahun di Jambi.
Ironisnya, ketiga pelaku pemerkosaan hanya mendapat sanksi etik sangat ringan.
Polisi berinisial Briptu VI, Bripda MIS, dan Bripda HAM hanya dihukum meminta maaf, pembinaan rohani, dan patsus selama 21 hari.
Karena itu korban menuntut keadilan dengan melaporkan kejadian tersebut ke Bareskrim Polri pada Kamis, 15 April 2026.
Pengacara kondang Hotman Paris pun turun tangan mengawal kasus ini. Ia mempertanyakan alasan para oknum tersebut tidak diproses secara pidana.
"Kenapa tiga oknum polisi yang punya peran tidak diproses pidana, hanya kode etik? Kalau pemerkosaan ancaman hukumannya 12 tahun, orang yang memfasilitasi bisa dikenakan dua pertiga dari itu," ujar Hotman Paris dalam konferensi pers, baru-baru ini.
Ibu korban pun tak kuasa menahan tangis saat meminta keadilan. Dia merasa sangat terpukul dengan nasib yang menimpa putrinya.
Karena itu sang ibu memohon kepada pimpinan Polri agar membantunya menyelesaikan masalah ini.
"Bapak Kapolri, saya di sini, pakai hati nurani pak. Pelaku yang tersidang kode etik yang tanggal 7 April itu ada mengakui sama saya bahwa dia ikut mengangkat anak saya," kata ibu korban.
Baca Juga: WNA di Bali Bikin Onar, Ancam Patahkan Kaki Warga setelah Menuduh Maling
Sang ibu yang masih menangis pun tak bisa membayangkan masa depan sang anak yang kini sudah hancur karena kelakuan bejat si pelaku.
"Anak saya orang susah, saya tidak mampu. Saya hanya menuntut keadilan. Masa depan anak saya sudah hancur, cita-citanya terputus di tengah jalan," ucapnya.
Berdasarkan keterangan C, perkenalannya dengan salah satu pelaku dimulai secara paksa di sebuah gereja pada September 2025.
Saat itu, pelaku bersikeras meminta nomor telepon dan mengajak berfoto.
Meski sudah berulang kali menolak ajakan pelaku, korban akhirnya tidak bisa menghindar saat dijemput paksa di malam kejadian.
Di lokasi kedua, korban bahkan diangkat oleh VI, MIS, dan HAM menuju lantai dua sebelum diperkosa oknum polisi lainnya.
Kini keluarga hanya berharap pada ketegasan Kapolri untuk memberikan hukuman yang setimpal bagi para oknum tersebut.
Mereka tidak ingin keadilan hanya menjadi sekadar janji manis bagi masyarakat kecil.
Berita Terkait
-
WNA di Bali Bikin Onar, Ancam Patahkan Kaki Warga setelah Menuduh Maling
-
Viral Rumah Angker Disulap Jadi Kos-kosan Mewah, Untung Rp336 Juta per Tahun
-
Suami Yulia Baltschun Akui Selingkuh, Bawa Selingkuhan ke Tempat Bulan Madu di Kyoto
-
Korban Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Diancam Fisik hingga Disogok Uang
-
Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
8 Film Luar Negeri yang Tayang di Bioskop Indonesia Juni 2026, Ada Apa Saja?
-
Sinopsis Film Backrooms, Teror Labirin Misterius yang Siap Menghantui Bioskop Indonesia
-
Hampir Dua Tahun, Misteri Penyebab Ruben Onsu dan Sarwendah Cerai Kembali Diungkit Pengacara
-
Pihak Sarwendah Jawab Ruben Onsu: Anak-Anak Tetap Sehat Meski Enam Bulan Tanpa Nafkah dari Ayah
-
Melaney Ricardo Klarifikasi Usai Dituding Tak Bayar Korban Penipuan yang Diundang ke Podcastnya
-
Perang Unggahan Ruben Onsu dan Keluarga Sarwendah Makin Memanas di Threads
-
Temui Jamaah yang Gagal Berangkat, Bos Hanania Travel Tawarkan Refund Bertahap Selama 2 Tahun
-
Denny Sumargo Berandai Jadi Seskab, Kolom Komentarnya Langsung Meledak
-
Rayakan 57 Tahun Karier Margie Segers, Slank Suguhkan Kolaborasi Bersejarah di Java Jazz 2026
-
Ruben Onsu Tanggapi Soal Keluhan Nafkah Anak dari Sarwendah: Kalau Tidak Sanggup, Serahkan ke Saya