- Joshua Suherman dipercaya menjadi konsultan komedi di Sekawan Limo 2 untuk memastikan lelucon dalam film terasa organik, cerdas, dan tidak sekadar tempelan.
- Joshua mengedepankan ruang diskusi bersama Bayu Skak dan para pemain lain guna meramu komedi situasi yang sesuai dengan karakter masing-masing tokoh.
- Dengan skala produksi yang lebih luas, sekuel ini mengangkat tema bahaya pesugihan dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026.
Suara.com - Sutradara sekaligus pemain Bayu Skak tak hanya mengajak kembali rekan-rekannya di Yowis Ben sebagai pemeran di film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih. Ia juga menunjuk Joshua Suherman sebagai konsultan komedi.
Peran ini menempatkan Joshua pada posisi krusial untuk memastikan setiap lelucon tidak hanya lucu, tetapi juga cerdas dan menyatu dengan alur cerita.
Saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin, 20 April 2026, Joshua mengaku sempat merasa tertekan dengan tanggung jawab tersebut.
Pasalnya, dia harus mengawal komedi dalam sebuah film yang para aktornya sudah dikenal sebagai komedian ulung dan film pertamanya telah teruji sukses besar.
"Jujur, pas ditawarin lewat telepon, aku sempat minta waktu buat mikir-mikir dulu. Tertekan karena tadinya mikir jadi comedy consultant di film yang aktornya komedian dan filmnya juga film komedi, sudah teruji secara kualitas maupun kuantitas," kata Joshua Suherman.
Namun, tekanan itu sirna saat proses kreatif dimulai. Tantangan terbesarnya bukan sekadar membuat adegan lucu, melainkan meramunya agar tidak terasa seperti lelucon tempelan.
"Lucu yang nggak maksa, yang tetap mengalirkan cerita, bukan cuma tempelan, itu yang jadi PR sebetulnya," jelasnya.
Untuk mencapai hal itu, diskusi menjadi kunci. Joshua secara aktif bertukar pikiran dengan Bayu Skak dan para pemain lain seperti Benidictus Siregar dan Firza Valaza.
Menariknya, dia justru tidak ingin para aktor patuh seratus persen pada skrip komedi yang telah dia siapkan.
Baca Juga: Siapa Ibu Joshua Suherman? Disebut Jadi Penyelamat Aurelie Moeremans di Broken Strings
"Aku malah penginnya mereka nggak patuh, karena aku juga butuh mereka yang tahu karakter mereka. 'Masuk akal nggak kalau nge-joke begini?' gitu. Jadi ya bentuknya sama-sama diskusi," ungkap Joshua.
Pendekatan kolaboratif ini disambut baik oleh para pemain. Benidictus Siregar, yang memerankan Arjuna, merasa masukan dari Joshua memberikan warna komedi yang segar.
"Masuk banget. Dia ngasih komedi yang berbeda jadi enak banget. Dan dia juga ngasih kesempatan, 'Pengin digimanain?' Jadi kayak membuka ruang diskusi," ujar Beni.
Bayu Skak juga mengonfirmasi efektivitas peran Joshua. Menurutnya, kontribusi Joshua tidak hanya terbatas pada komedi celetukan, tetapi juga berhasil membangun komedi situasi yang membuat keseluruhan adegan terasa lebih hidup dan lucu secara organik.
"Pada dasarnya ini sama Jojo diupayakan dimasukin selain komedi celetukan aja, ada komedi situasi juga. Jadi situasinya aja udah lucu gitu lho," terang Bayu.
Adapun beban untuk membuat sekuel yang lebih baik memang menjadi tantangan utama bagi Bayu. Dengan film pertama yang berhasil menggaet 2,5 juta penonton, ekspektasi publik tentu sangat tinggi.
Berita Terkait
-
Horor Komedi Rasa Tragedi: Sekawan Limo 2 Berani Angkat Isu Sosial yang Sensitif?
-
Temani Sang Ibu Nonton Konser FForever, Joshua Suherman Beruntung Dapat Akses Tiket Khusus
-
212 Ribu Penonton Hari Pertama, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih Pecah Rekor!
-
Ulasan Film Sekawan Limo 2: Komedi Receh Jawa Timur yang Sangat Menghibur
-
Ada Badut Gendong, Sambut Idul Adha dengan 5 Film Baru di Bioskop!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan