- Pelajar bernama Ilham Dwi Saputra tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di Lapangan Gadung, Bantul, pada April 2026.
- Korban dianiaya menggunakan berbagai benda keras dan senjata tajam setelah dituduh terlibat dalam sebuah kelompok geng.
- Polres Bantul telah menangkap dua tersangka dan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang terlibat kasus.
Suara.com - Kabar duka yang menyayat hati datang dari Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, setelah seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia secara tragis.
Ilham Dwi Saputra, warga Kalurahan Triharjo, diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.
Ayah korban, Sugeng Riyanto menceritakan momen terakhir sebelum putranya dijemput maut pada Selasa malam, 14 April 2026.
"Itu dia masih bermain sama keponakannya. Terus sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena capek kerja," ungkapnya.
Ilham awalnya dijemput oleh seorang rekan sebelum akhirnya dibawa menuju Lapangan Gadung Mlaten, Pandak, menggunakan sepeda motor.
Setibanya di lokasi kejadian, ternyata sudah ada segerombolan orang berjumlah hampir sepuluh orang yang menunggu kehadiran remaja 16 tahun tersebut.
Para pelaku kemudian menginterogasi korban mengenai keterlibatannya dalam kelompok geng tertentu. Sampai akhirnya, mereka melakukan aksi kekerasan fisik yang membabi buta.
"Anak saya itu cuma disuruh duduk dan ditanya apa ikut geng tertentu, dia jawab tidak," jelas Sugeng dengan nada pedih.
Jawaban jujur korban justru memicu emosi para pelaku yang langsung menghajar Ilham menggunakan selang, pipa paralon, hingga senjata tajam gunting.
Baca Juga: Bandingkan Suami Security dengan Mantannya yang Dokter hingga Pejabat, Perempuan Ini Kena Hujat
Tak sampai di situ, kekejaman berlanjut saat tubuh Ilham disundut rokok hingga digilas menggunakan sepeda motor.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Saras Adyatma lalu dirujuk ke RS PKU Jogja demi mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.
"Biayanya mahal, per hari bisa sampai Rp10 juta. Karena tidak ada perkembangan, terus dipindah ke Rumah Sakit PKU Jogja," kata Sugeng.
Sayangnya, nyawa Ilham tidak tertolong dan ia dinyatakan menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 19 April 2026, setelah dua hari dirawat.
Pihak Polres Bantul sudah mengamankan dua tersangka dewasa berinisial YP (21) serta BLP (18) untuk diperiksa lebih lanjut.
Polisi pun masih terus memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap Ilham.
"Polda DIY berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan serta memastikan proses hukum berjalan dengan adil," tegas pihak kepolisian.
Berita Terkait
-
Rombongan Turis India Diduga Ambil Barang Hotel di Ubud, Aksi Terbongkar Saat Check-out
-
Viral Warung Mie Babi Didemo, Pemilik Ogah Tutup Tuai Dukungan Warganet
-
Dihina 9 Muridnya Sendiri, Balasan Guru SMAN 1 Purwakarta Ini Bikin Haru
-
Viral Nenek Aniaya Cucu hingga Tewas, Tak Dibenarkan tapi Dikasihani
-
Siswa SMP di Sumedang Putus Sekolah dan Harus Jualan Ayam Goreng Tepung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan