Entertainment / Gosip
Jum'at, 24 April 2026 | 08:44 WIB
Viral Ayah Nonis Bangga Saksikan Putranya Jadi Penghafal Alquran. (Instagram)

Suara.com - Viral kisah menyentuh hati tentang toleransi beragama dalam sebuah keluarga di Surabaya.

Sosok Daniel Lukas Rorong, seorang ayah yang beragama Nasrani, mendadak viral setelah tertangkap kamera menghadiri prosesi wisuda hafalan Al Qura'n putra tunggalnya, Divo Aprilio Lagi Rorong.

Kehadiran Daniel di tengah lingkungan pesantren bukan sekadar formalitas, melainkan wujud dukungan penuh seorang ayah terhadap pilihan keyakinan sang anak.

"Menghadiri Wisuda Hafalan anak cowokku satu-satunya, DIVO, di Ujian Terbuka & Tasmi' Akbar Marhalah 3 & Marhalah 6 SMP & SMA Ar Rohmah Integral Tahfizh Putra, Malang, Sabtu (18/4/2026)..." tulisnya pada postingan akun media sosialnya.

Dalam video yang diunggahnya, dia dicium tangannya dan kemudian dibalas olehnya mencium balik tangan sang putra.

Momen ini banyak membuat netizen terharu karena melihat ketulusan dan kasih sayang di antara mereka.

Daniel yang merupakan seorang aktivis dan mantan wartawan di Surabaya ini tampak sangat bangga melihat putranya berhasil menyelesaikan target hafalan di sekolah berbasis Islam tersebut.

Divo diketahui telah berhasil menghafal 5 juz Alquran sebagai syarat kelulusan SMP.

Daniel mengungkapkan keputusannya membiarkan anak-anaknya memeluk agama Islam didasari oleh prinsip demokrasi dan keterbukaan yang dia warisi dari orang tuanya.

Baca Juga: Anne Hathaway Ucapkan Insya Allah Saat Wawancara, Netizen: Masya Allah Umi Anne

Dia tidak pernah memaksakan keyakinannya kepada istri maupun ketiga anaknya yang semuanya Muslim.

"Semua agama setulnya baik gitu loh Pak Arif cuman enggak tahu kenapa saya kok orangnya memang mungkin karena didikan almarhum papa saya gitu yang sangat-sangat demokrasi segala macam," ucapnya di kesempatan lain pada Podcast Ngobrol Bareng TV.

Dukungan Daniel terhadap pendidikan agama anak-anaknya tidak main-main.

Sejak kecil, anak-anaknya telah disekolahkan di lembaga pendidikan Islam, mulai dari SD Al-Irsyad Surabaya hingga akhirnya memutuskan untuk masuk ke pondok pesantren di Malang.

Daniel bercerita keinginan untuk masuk pesantren justru datang dari sang anak sendiri sejak duduk di bangku kelas 6 SD.

Bahkan, putra keduanya yang akrab disapa Divo memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang ustaz dan melanjutkan studi ke Kairo, Mesir.

Load More