Adhi menilai emisi tersebut berpotensi mengganggu sistem kontrol kendaraan seperti ECU pada mobil berbahan bakar maupun VCM pada mobil listrik.
"Emisi ini mengganggu kerja ECU atau VCM sehingga fungsi kelistrikan terganggu dan mesin mobil bisa mati mendadak," jelasnya rinci.
Dia memperingatkan bahwa kondisi mesin mati di atas rel dapat memperbesar risiko kecelakaan seperti yang terjadi dalam kronologi awal insiden.
Adhi juga menegaskan bahwa sistem palang pintu telah dirancang berdasarkan perhitungan jarak aman yang mempertimbangkan faktor induksi tersebut.
"Waktu buka tutup pintu lintasan sudah diprogram berdasarkan jarak induksi aman yang dihitung secara matematis," tulisnya.
Direktur Eksekutif MECATA Foundation itu menutup dengan peringatan tegas agar pengguna jalan tidak melanggar aturan perlintasan demi menghindari risiko fatal di lintasan kereta.
"Perhitungan matematis itu lebih berkuasa, makanya jangan dilanggar," tegas Adhi dalam bagian akhir tulisannya.
Adhi S. Soembagijo memiliki latar belakang akademis dan profesional di bidang teknik.
Dia sering menjadi pembicara dalam berbagai forum mengenai teknologi, sistem otonom, dan kecerdasan buatan, termasuk Studium Generale di ITB.
Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa dan Lulusan Sekolah Rakyat
-
Budi Gunadi Sadikin ITB Jurusan Apa? Ini Latar Belakang Pendidikan dan Kariernya
-
Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam