- Penyanyi Citra Warnerin merilis lagu pop berjudul "Kini Kau Dewasa" yang mengisahkan proses orangtua merelakan anaknya tumbuh mandiri.
- Lagu hasil kolaborasi dengan Om Kukui ini dirilis melalui GNP Music di berbagai platform digital pada 29 April 2026.
- Karya yang terinspirasi dari pengalaman pribadi Citra sebagai ibu ini melalui proses kreatif selama sembilan bulan dengan delapan versi.
Suara.com - Penyanyi berbakat Citra Warnerin kembali menyapa pencinta musik Indonesia dengan karya terbaru yang emosional.
Melalui single teranyarnya berjudul "Kini Kau Dewasa", Citra mencoba memotret perjalanan kasih sayang orangtua yang tak lekang oleh waktu, mulai dari mendekap buah hati di usia belia hingga saatnya melepas mereka melangkah mandiri.
Lagu bergenre pop ini bukan sekadar musik biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang kebanggaan, keikhlasan, dan seni "melepaskan" (letting go).
Resmi dirilis di bawah naungan GNP Music, lagu ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital audio, sementara video musiknya tayang perdana di kanal YouTube GNP Pop Music pada Rabu, 29 April 2026.
Lahir dari Pengalaman Pribadi sebagai Ibu
"Kini Kau Dewasa" merupakan buah kolaborasi apik antara Citra Warnerin dengan pencipta lagu kenamaan, Om Kukui.
Bagi Citra, lagu ini terasa sangat personal karena terinspirasi langsung dari perasaannya sebagai seorang ibu.
"Makna utama lagu ini sebenarnya tentang tumbuh kembang anak. Namun dari sudut pandang saya, ini lebih ke cerita orangtua tentang proses belajar merelakan anak untuk berjalan di jalannya sendiri," kata Citra.
Dia mengaku emosi dalam lagu ini mengalir begitu saja karena ia sedang menyaksikan anaknya sendiri beranjak dewasa.
Baca Juga: Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
Senada dengan Citra, Om Kukui menambahkan bahwa lagu ini menangkap momen transisi yang sering kali membuat hati orangtua bergetar.
"Ada sedikit rasa kehilangan karena masa kecil mereka telah berlalu, namun di atas segalanya, ada kebanggaan melihat mereka siap menghadapi dunia dan menulis cerita mereka sendiri," tuturnya.
Proses Panjang: 9 Bulan dan 8 Versi Lagu
Dibalik melodinya yang manis dan khidmat, ternyata ada proses kreatif yang cukup panjang.
Om Kukui mengungkapkan bahwa pengerjaan lagu ini memakan waktu hingga sembilan bulan demi mendapatkan rasa yang paling tepat.
"Mulai dari bongkar pasang lirik sampai notasi yang berubah-ubah. Ada sekitar delapan versi lagu ini sampai akhirnya kami menemukan versi yang sekarang," imbuh Om Kukui.
Berita Terkait
-
Indonesian Bounce Music Naik Kelas, Primaria Fest 2026 Jadi Panggung Perayaan Generasi Baru
-
5 Seconds of Summer Gelar Konser di Jakarta November Mendatang, Segini Harga Tiketnya
-
Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?
-
Jazz Goes To Campus 2026 Hadir di TIM, Gandeng Erwin Gutawa hingga Tohpati
-
Jauh dari Riau ke Copenhagen: Kisah Rully Irawan Menemukan Makna 'Rumah' Lewat Musik
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan
-
Yuka Theo dan Niko Junius Bakal Pandu Fan Meeting Win Metawin di Jakarta
-
Kolaborasi dengan Artis Korea Makin Dilirik, KACA 2026 Umumkan Deretan Pemenang
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?
-
Lutesha Kehilangan Suara Usai Adegan Kesurupan di Film Cerita Lila
-
Heboh Curhat Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung soal Tamparan