- Seniman Rully Irawan merilis proyek musik bertajuk "Markisa" di Copenhagen sebagai bentuk komunikasi kasih sayang kepada putrinya.
- Setelah menetap di Denmark selama lima tahun, Rully kembali bermusik untuk mengekspresikan identitasnya melalui nama panggung RAUN.
- Lirik berbahasa Indonesia dalam karya ini menjadi jembatan budaya agar sang putri tetap terhubung dengan latar belakangnya.
Suara.com - Jarak ribuan kilometer antara Riau dan Copenhagen bukan sekadar angka bagi Rully Irawan.
Bagi seniman visual sekaligus musisi ini, jarak tersebut adalah sebuah perjalanan panjang mencari makna "pulang".
Setelah lima tahun menepi dari dunia musik, Rully kini kembali dengan sebuah karya personal yang hangat bertajuk "Markisa", sebuah proyek musik di bawah nama RAUN.
"Markisa" bukan sekadar lagu. Ia adalah sebuah catatan harian, sebuah surat cinta, dan jembatan komunikasi antara seorang bapak dengan putrinya di negeri orang.
Kehidupan Rully berubah drastis saat pandemi COVID-19 melanda. Terjebak di Belanda sebelum akhirnya menetap di Denmark, ia mengalami transisi hidup yang besar.
Dari seorang seniman yang bebas berekspresi, Rully bertransformasi menjadi seorang stay-at-home dad (ayah rumah tangga) di Copenhagen.
Tanpa sistem pendukung dari keluarga besar, hari-harinya diisi dengan mengurus rumah tangga, mempelajari bahasa Denmark, dan beradaptasi dengan budaya baru.
Rutinitas ini sempat membuatnya "asing" dengan alat musik. Selama hampir lima tahun, gitarnya hanya tersimpan di sudut ruangan, membisu di tengah kesibukan domestik.
Namun, melodi itu tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali mengetuk pintu kesadaran Rully.
Baca Juga: Poliponi Bali 2026 Umumkan Line Up, Sheila On 7 Jadi Daya Tarik Utama
Titik balik kreativitas Rully muncul dari momen sederhana di ruang tamu. Saat ia kembali mencoba memetik gitar, putrinya, Flora, awalnya merasa terganggu oleh suara bising instrumen tersebut.
Namun, perlahan tapi pasti, petikan senar itu justru menjadi magnet. Musik menjadi bahasa baru yang menghubungkan mereka berdua.
"Lagu ini menjadi medium untuk menyampaikan perasaan yang belum sepenuhnya bisa diungkapkan secara verbal kepada anak," ujar Rully.
Salah satu lirik yang paling menyentuh berbunyi: "Saat nanti kau bisa berbahasa". Sebuah refleksi mendalam tentang harapan seorang ayah agar kelak sang anak memahami kasih sayang dan perjuangan orang tuanya.
Dalam karya ini, Rully memperkenalkan konsep RAUN. Di Copenhagen, ia menemukan nama itu sebagai nama seseorang.
Namun, bagi Rully yang berasal dari Riau, "Raun" memiliki arti yang sangat akrab: berjalan-jalan atau berkeliling (to go around).
Berita Terkait
-
Poliponi Bali 2026 Umumkan Line Up, Sheila On 7 Jadi Daya Tarik Utama
-
Jingga Vanessa, Juara Kontes Ambyar yang Kembali Menggetarkan Hati Lewat 'Kembang Sore'
-
Fantastis! Justin Bieber Dibayar Rp170 Miliar Jadi Headliner Coachella 2026
-
Link Nonton Gratis Justin Bieber di Coachella 2026 Hari Ini, Jangan Sampai Ketinggalan!
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper