Suara.com - Tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kembali menimbulkan pertanyaan penting soal sistem persinyalan dan keselamatan kereta api di Indonesia.
Tragedi mengenaskan yang menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan 84 lainnya luka-luka ini menyisakan pertanyaan besar, bagaimana bisa Kereta Api Argo Bromo Anggrek masuk ke jalur yang sudah ditempati oleh rangkaian KRL?
Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono, menilai bahwa jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan awal, yakni taksi listrik, menjadi faktor krusial terganggunya sistem persinyalan.
Menurut Sony Sulaksono, komponen elektrik pada kendaraan tersebut memengaruhi parameter sinyal di rel yang terbuat dari besi.
Hal ini menyebabkan sistem tidak mengeluarkan peringatan (warning) bagi kereta yang melintas di belakangnya, meskipun jalur sedang terhalang.
"Taksi kan mogok di tengah rel yang dari besi, jadi ada kemungkinan memengaruhi sinyal. Harusnya kalau kejadian tabrakan seperti itu ada warning buat kereta api sebelumnya," terang Sony.
Lebih lanjut, Sony menjelaskan, jika kendaraan yang mogok adalah mobil konvensional, risiko gangguan terhadap parameter elektrikal persinyalan cenderung lebih kecil.
Sony pun menekankan bahwa mitigasi khusus terhadap kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik di jalur kereta api kini menjadi sangat mendesak.
"Memang ada kecurigaan yang ditabraknya itu mobil listrik ya, yang punya komponen-komponen elektrik yang mungkin bisa memengaruhi persinyalan. Ini mungkin ada penyidikan lebih jauh terutama dari KNKT," lanjutnya.
Baca Juga: Jasa Raharja Bergerak: Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Dapat Perlindungan dan Santunan
Selain faktor persinyalan yang error karena mobil listrik, Sony juga menyoroti kerusakan parah yang terjadi pada rangkaian Commuter Line.
Adapun dalam insiden tersebut, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek tampak menghantam hingga masuk ke dalam gerbong belakang KRL.
Hal ini secara teknis disebabkan oleh perbedaan massa dan bobot yang sangat kontras antara kedua jenis kereta tersebut.
Lokomotif kereta api jarak jauh seperti KA Argo Bromo Anggrek memiliki bobot masif sekitar 120 hingga 140 ton, sedangkan gerbong KRL yang ditabrak hanya memiliki berat sekitar 40 hingga 60 ton.
"Kalau terkait KA Argo Bromo nembus ke gerbong KRL karena Argo Bromo-nya kan lokomotif. Lokomotif itu beratnya sekitar 120 sampai 140 ton, sementara yang ditabrak gerbong kereta kosong rangka doang, paling beratnya sekitar 40-60 ton makanya sampai hancur," papar Sony.
Sebagai informasi, hingga kini, PT KAI masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat
-
Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan
-
Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi
-
Gambar Karya Anaknya 2 Minggu Lalu Mirip Kecelakaan KRL Bekasi, Seorang Ibu Minta Maaf
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Sitha Marino Comeback Usai Turunkan Berat Badan: Dulu Pas Gembrot Enggak Ada Film Sama Sekali
-
Hoaks Cerai Sonny Septian dan Fairuz A Rafiq Ditonton Jutaan Kali, Elma Theana: Ada Dendam Apa?
-
Kata Hanung Bramantyo soal Film Sang Pengadil jadi Alat Cuci Uang
-
Salmokji: Whispering Water Sukses Puncaki Box Office 21 Hari Berturut-turut
-
Erin Mantan Andre Taulany Resmi Polisikan Akun Threads yang Tuding Dirinya Aniaya ART
-
Geram Difitnah Aniaya Karyawan, Erin Mantan Istri Andre Taulany Somasi Penyalur ART
-
Viral! Majikan Ini Paksa ART Baru Makan Satu Meja, Reaksinya Bikin Mewek
-
Jeni Rahmadial Fitri Tersandung Kasus Hukum, Gelar Puteri Indonesia Riau 2024 Resmi Dicabut
-
Erin Mantan Istri Andre Taulany Bantah Aniaya ART, Siap Polisikan Balik atas Dugaan Fitnah
-
Pemprov DKI Salurkan Santunan Untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur