Entertainment / Gosip
Kamis, 07 Mei 2026 | 17:04 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. (Suara.com/Rochmat)
Baca 10 detik
  • Seorang siswi SD di Palembang diduga menjadi korban rudapaksa oleh pria pengemudi ojek online pada 3 Mei 2026.
  • Korban ditemukan keluarga dalam kondisi lemas di lapangan lomba burung setelah sempat dibawa pelaku saat berjalan kaki.
  • Akibat kekerasan seksual tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian perut serta rahim dan harus menjalani operasi medis.

Suara.com - Kasus dugaan rudapaksa terhadap seorang siswi kelas 4 SD di Palembang mendadak viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Korban yang masih berusia anak-anak disebut menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pria yang disebut sebagai sopir ojek online.

Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi pada 3 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, saat itu korban tengah berjalan bersama temannya untuk menonton pertunjukan tari India di sebuah acara hajatan warga.

Di tengah perjalanan, korban disebut dihampiri seorang pria bermasker yang mengendarai motor dan diduga merupakan pengemudi ojek online. Pria tersebut disebut mengenakan celana pendek dan bertanya mengenai lokasi penjual minuman.

“Tetapi di tengah jalan ada seorang ojol bermasker memakai celana pendek menghampiri menanyakan di mana tempat jual minuman (Aqua), lalu korban menunjukkan arah dan diajak naik motor untuk menunjukkan tempatnya,” demikian bunyi narasi yang beredar di media sosial.

Namun setelah itu, korban tak kunjung kembali. Teman korban yang semula bersama korban akhirnya pulang ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Mendengar laporan itu, ayah korban langsung berusaha mencari anaknya. Namun saat dilakukan pencarian, lokasi korban disebut sudah jauh dari tempat awal kejadian.

Korban akhirnya ditemukan di dekat lapangan lomba burung dalam kondisi lemas dan sempoyongan. Keluarga yang menemukan korban kemudian langsung membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah salah satu anggota keluarga korban angkat bicara melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia mengungkap kondisi korban yang disebut mengalami luka serius hingga harus menjalani operasi.

Baca Juga: Curhat Dokter Gia Pratama Viral, Sebut Hanya Terima Rp30 Ribu dari Pasien BPJS

“Sampai bergetar kakiku saat dengar dari dokter kalau keponakan u harus dioperasi yang luar biasa karena daging usus dalam rahimnya terganggu, harus dioperasi juga. Bukan vagina aja yang dioperasi, bahkan perutnya juga,” tulis anggota keluarga korban dalam unggahan yang viral di media sosial.

Unggahan tersebut langsung memicu simpati dan kemarahan warganet. Banyak netizen mengecam tindakan pelaku dan meminta aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Keluarga korban juga berharap pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya. Mereka meminta perhatian serius dari pihak berwenang agar proses hukum berjalan cepat dan adil.

“Semoga kasus keponakan ku cepat dituntaskan dan dibantu cepat ditindak kasus ini,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi sorotan luas karena korban masih berstatus anak di bawah umur. Banyak pihak menilai perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas, terutama di ruang publik yang seharusnya aman bagi anak-anak.

Hingga kini, kasus tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial. Publik terus menantikan perkembangan penyelidikan dan tindakan aparat dalam mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.

Load More