- Keputusan S Piyawutt menjadi biksu merupakan bagian dari tradisi masyarakat Thailand sebagai bentuk pengabdian dan disiplin diri.
- Personel Whispers mendukung langkah tersebut dan menegaskan bahwa masa pertapaan ini hanya bersifat sementara.
- Whispers akan tetap aktif tampil dengan bantuan additional drummer selama S Piyawutt menjalani masa pengasingan spiritual.
Suara.com - Unit hardcore ternama asal Thailand, Whispers, memberikan pengumuman mengejutkan melalui akun Instagram resmi mereka. Sang drummer, S Piyawutt, resmi memasuki kehidupan biara sebagai seorang biksu.
Whispers membagikan sebuah foto yang memperlihatkan kebersamaan para personel band dengan S Piyawutt. Dalam foto tersebut, perbedaan gaya hidup terlihat sangat mencolok namun tetap harmonis.
S Piyawutt tampak mengenakan jubah khas biksu berwarna oranye dengan kepala yang telah dicukur habis. Ia, berdiri di tengah rekan-rekannya.
Dalam keterangan fotonya, Whispers menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap keputusan rekan mereka.
"Drummer kami @s.piyawutt telah memasuki masa pertapaan sebagai biksu untuk sementara waktu. Kami ingin menyampaikan ucapan selamat serta membagikan doa dan berkah kami untuk Es dan keluarganya," tulis akun resmi @whispershc dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah S Piyawutt menjadi biksu adalah momen yang sakral dan patut dirayakan bersama keluarga besar band tersebut.
Bagi Whispers, spiritualitas bukan penghalang bagi kreativitas musik mereka, melainkan bagian dari perjalanan hidup setiap individunya.
Bagi masyarakat di Indonesia atau negara Barat, melihat seorang pemain band hardcore tiba-tiba menjadi biksu mungkin terasa janggal. Namun, di negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha seperti Thailand dan Myanmar, praktik ini merupakan sebuah tradisi umum yang sangat dihormati.
Menjadi biksu dalam jangka waktu pendek, bisa beberapa minggu, bulan, hingga setahun, adalah ritus peralihan bagi laki-laki dewasa. Tradisi ini sering kali dilakukan untuk tujuan "menabung" pahala yang kemudian dipersembahkan kepada orangtua, khususnya ibu.
Baca Juga: Vokalis Speed Kaget dengan Ribuan Massa Hardcore Jakarta: Gila Banget Bro!
Selain itu, masa menjadi biksu dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mendisiplinkan diri, mempelajari ajaran dharma, dan membersihkan pikiran sebelum kembali ke kehidupan sekuler atau sebelum menikah.
Jadi, apa yang dilakukan S Piyawutt bukanlah tanda bahwa ia akan meninggalkan dunia musik selamanya. Ini adalah periode refleksi diri yang bersifat sementara. Hal ini sudah lazim dilakukan oleh banyak pemuda di Thailand, mulai dari warga biasa hingga selebritas papan atas.
Meskipun S Piyawutt sedang menjalani masa pengasingan spiritual, Whispers memastikan bahwa mesin mereka tidak akan berhenti berputar. Band ini tetap akan menjalani jadwal panggung yang telah direncanakan dengan bantuan tenaga tambahan.
Posisi drum yang ditinggalkan sementara oleh S Piyawutt akan diisi oleh Pex, yang merupakan drummer dari unit hardcore lainnya, Fordecision. Whispers menjamin bahwa performa mereka tetap akan gahar seperti biasanya.
"Selama periode ini, kami akan dibantu oleh @pex420 (Pex), drummer dari @fordecisionhc, untuk mengisi posisi drummer di penampilan-penampilan kami yang berlangsung dalam waktu tersebut," lanjut pengumuman tersebut.
Whispers sendiri dikenal sebagai salah satu ujung tombak gerakan hardcore modern di Asia Tenggara dengan riff-riff yang berat dan pesan sosial yang tajam.
Berita Terkait
-
Blak-blakan Chris Beattie Tinggalkan Hatebreed: Ini Bukan Keputusan Pribadi Gue!
-
Anti-Mainstream, Acara Ultah Bocah 3 Tahun Dimeriahkan Band Hardcore dan Pop-Punk
-
Jessica Iskandar Sebut Vincent Verhaag Suka Seks Hardcore Saat Di Ranjang, Apa Sih Itu?
-
Dokter Boyke Tak Sarankan Gaya Seks Hardcore saat Hamil: Nanti Anak Bisa Jadi Penakut
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Belum Lunasi Duit Seragam Rp300 Ribu, 2 Siswa Panti Asuhan Diminta Angkat Kaki dari Sekolah
-
Syifa Hadju Diributkan Pakai Baju Terbuka, Ahmad Dhani: Dosa Ditanggung Desainer
-
Muncul Kabar Dul Jaelani dan Tissa Biani Ingin Nikah di KUA Hindari Konflik, Ahmad Dhani Menolak
-
Ahmad Dhani Ungkap Paras Anak Al Ghazali dan Alyssa: Gak Mirip Orang Indonesia
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Ahmad Dhani Ingin Cucu Pertamanya Lahir di Jumat Kliwon, Apa Istimewanya Bagi Masyarakat Jawa?
-
Ogah Dipanggil Kakek oleh Cucunya, Ahmad Dhani Kenalkan Sebutan Jiddi
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta
-
Maia Estianty Tersentuh Lihat Perjuangan Alyssa Daguise Lahiran Normal