Entertainment / Gosip
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:49 WIB
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun" [Instagram]
Baca 10 detik
  • Sanila Khairunnisa (10) asal Aceh Tenggara ditemukan meninggal dunia di area perkebunan Desa Pintu Rimbe, Jumat 8 Mei 2026.
  • Korban sempat dilaporkan hilang selama sepuluh hari sejak Rabu 29 April 2026 setelah pamit bermain di sekitar rumah.
  • Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan tulisan "ampun" pada kertas yang dibuat korban sebelum menghilang tersebut.

Suara.com - Penemuan jasad bocah berusia 10 tahun, Sanila Khairunnisa setelah 10 hari menghilang menyisakan duka mendalam dan sebuah misteri besar. 

Sebelum hilang, bocah asal Desa Lawe Sempilang, Aceh Tenggara itu sempat menggambar dan menuliskan kata "ampun" di secarik kertas, sebuah petunjuk pilu yang kini menjadi fokus utama dalam pengungkapan kasus kematiannya.

Jasad Sanila ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Jumat, 8 Mei 2026, di sebuah area perkebunan warga di Desa Pintu Rimbe. Lokasinya ternyata tak jauh dari tempat dia tinggal.

"Lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 300 meter," kata Rosy Marsanti Putri, kerabat korban, kepada media. 

Penemuan ini merupakan hasil pencarian intensif selama sepuluh hari oleh tim gabungan TNI-Polri bersama masyarakat.

Fakta mengenai tulisan "ampun" diungkapkan langsung oleh pihak keluarga. Temuan ini sontak memicu tanda tanya besar, mengarahkan dugaan bahwa kematian Sanila bukanlah kecelakaan biasa.

"Korban sebelum menghilang sempat membuat gambar di kertas dan ada tulisan 'ampun'," ujar Rosy. 

Petunjuk ini dinilai krusial dan diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sanila dilaporkan hilang sejak Rabu, 29 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Sore itu, dia pamit untuk bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah. 

Baca Juga: Bukan Minta Maaf, Juri LCC MPR RI Malah Diduga Unggah Status Menantang Publik

Namun, hingga malam tiba, Sanila tak kunjung pulang, mendorong keluarga dan warga desa untuk memulai upaya pencarian.

Sanila dikenal sebagai anak yang ceria di lingkungannya. Dia merupakan anak terakhir dari lima bersaudara. 

Saat kejadian nahas ini menimpanya, kedua orang tuanya diketahui sedang merantau ke luar daerah untuk mencari nafkah, meninggalkan Sanila dan saudara-saudaranya di kampung halaman. 

Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan seluruh warga Desa Lawe Sempilang yang turut merasa kehilangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Aceh Tenggara masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyidikan maupun dugaan penyebab kematian korban.

Load More