Entertainment / Film
Selasa, 19 Mei 2026 | 22:00 WIB
Saputra Kori ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026. [Rena Pangesti/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Konten kreator Saputra Kori mengalami ketakutan saat syuting film di sebuah rumah sakit terbengkalai yang sangat menyeramkan.
  • Saputra Kori membawa jimat pemberian ibunya dari Bali sebagai pelindung diri selama menjalani proses produksi film tersebut.
  • Sebelum syuting dimulai, Kori melakukan ritual melukat di Bali untuk menjaga kesiapan mental dari pengaruh lokasi angker.

Suara.com - Saputra Kori membagikan cerita saat syuting film 402: Rumah Sakit Angker Korea.

Sang konten kreator mengaku harus berjuang melawan rasa takut selama berada di lokasi syuting.

Sebab kata Saputra Kori, tempat syutingnya berupa rumah sakit tua. Belum lagi kondisi yang makin menyeramkan.

"Bener-bener hancur banget itu keramik-keramiknya tuh pecah, temboknya lumutan, itu beneran kayak gitu," ujar Saputra Kori saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Demi mengatasi rasa takut yang berlebihan, Saputra Kori sampai membawa benda sebagai pelindung diri.

Ia secara khusus meminta kiriman jimat dari kampung halamannya di Pulau Dewata.

"Jujur sebenarnya pada saat sebelum syuting aku sampai buat... aku minta kok dari Bali," kata Saputra Kori.

Sosok yang membuat jimat tersebut adalah ibu Saputra Kori sendiri. Jimat berupa kalung ini dikirim langsung dari Bali ke Jakarta.

"Aku minta mama aku buat kirimin jimatnya ke Indonesia pas masih di Jakarta sebelum berangkat ke Korea," imbuhnya menceritakan proses tersebut.

Baca Juga: Sajen Satu Suro: Misteri Keris Terkutuk dan Rahasia Kelam 30 Tahun Silam

Ternyata, tidak hanya membawa jimat, Kori juga sempat menjalani ritual pembersihan diri atau melukat di Bali.

Saputra Kori ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 19 Mei 2026. [Rena Pangesti/Suara.com]

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan mentalnya sebelum proses pembacaan naskah dimulai.

Hingga kini, benda yang dianggap sebagai penangkal gangguan gaib tersebut masih disimpan dengan baik oleh Kori.

Ia mengaku benda itu memberikan rasa aman tersendiri bagi jiwanya saat berada di tempat angker.

"Sampai sekarang masih waktunya dipakai kalau misalnya di Bali. Cuma buat safety aja sih," ucapnya menambahkan.

Rasa cemas Kori memang beralasan karena pihak produksi memberikan informasi yang cukup mendebarkan sejak awal. 

Load More