Entertainment / Music
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:07 WIB
Hari pertama Prambanan Jazz Festival 2026 (Doc/PrambananJazz)
Baca 10 detik
  • Prambanan Jazz Festival #12 sukses diselenggarakan selama tiga hari dengan menghadirkan musisi internasional serta seniman lokal ternama.
  • Festival ini menggabungkan pertunjukan musik, seni pertunjukan, dan budaya untuk memperkuat kreativitas serta menjaga akar tradisi Indonesia.
  • Panitia menerapkan konsep keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penggunaan energi terbarukan selama rangkaian acara berlangsung.

Suara.com - Selama tiga hari penyelenggaraan, Prambanan Jazz Festival #12 menghadirkan perpaduan musik, seni, dan budaya dalam sebuah perayaan yang penuh sukacita. Dari hari pertama hingga ketiga, penonton tampak antusias menyaksikan idola mereka.

Keenam headliner berhasil memberikan suguhan yang mengesankan bagi penggemarnya. Ada Michael Learns to Rock, Xdinary Heroes, NIKI, Joey Alexander, Henry Moodie dan The Rose.

Di antara para headliner tersebut, selain Joey Alexander yang merupakan peraih nominasi Grammy Award, NIKI turut menjadi representasi kuat musisi Indonesia yang berhasil menorehkan kiprah di panggung musik internasional.

Kehadiran NIKI kembali ke Indonesia, khususnya di Prambanan Jazz Festival, menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun perjalanan seorang musisi, selalu ada tempat untuk pulang dan merayakan karya bersama para penikmat musiknya.

Nuansa tersebut juga tercermin dalam pertunjukan Wayang Bocor karya Eko Nugroho yang mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan menghadirkan maestro seni pertunjukan Didi Nini Thowok. Perpaduan antara musik, seni rupa, dan seni pertunjukan kembali menegaskan identitas Prambanan Jazz sebagai ruang yang merayakan kreativitas sekaligus menjaga akar budaya Indonesia.

Sepanjang festival berlangsung, semangat Playing Jazz menjadi salah satu elemen utama yang mewarnai acara. The Panturas, Perunggu, Salma Salsabil, Rio Febrian, White Chorus, dan Jogja Hip Hop Foundation menghadirkan eksplorasi musikal melalui pendekatan jazz dalam karya-karya mereka. Program ini menjadi bagian dari komitmen Prambanan Jazz untuk terus memperkuat unsur jazz sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas genre.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program I'm Jazz A Kids, sebuah ajang pencarian talenta muda yang terus mendorong regenerasi musisi jazz Indonesia. Pemenang edisi sebelumnya kembali tampil di panggung Prambanan Jazz tahun ini setelah merilis karya orisinal yang kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, menjadi bukti bahwa perjalanan mereka terus berkembang bersama ekosistem yang dibangun festival.

Sementara itu, panggung Langgam yang mengusung konsep jazz lounge kembali menghadirkan suasana yang lebih intim bagi musisi maupun penonton. Selain penampilan Jo Soegono dan Jordan Susanto yang dilengkapi sesi signing session, panggung ini juga menjadi wadah bagi emerging musician untuk membangun koneksi dengan komunitas dan kolektif jazz, sekaligus memperkuat komitmen Prambanan Jazz dalam mendukung kolaborasi serta regenerasi ekosistem musik jazz.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, panggung Langgam menggunakan genset berbahan bakar minyak yang berasal dari hasil pengolahan limbah plastik melalui metode pirolisis bersama Get Plastic. Selain itu, Prambanan Jazz juga menggandeng Lokalogi sebagai mitra Event Waste Management untuk melakukan pemilahan sampah selama festival berlangsung, sebagai bagian dari upaya menghadirkan penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Baca Juga: Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru

Komitmen dalam menjaga nilai budaya juga diwujudkan melalui program #BerkainKePrambananJazzyang kembali mengajak para pengunjung mengenakan wastra Nusantara selama festival berlangsung. Di sisi lain, Kids Area menjadi ruang bagi keluarga untuk menikmati pengalaman bersama lintas generasi, memperkuat posisi Prambanan Jazz sebagai festival yang selalu menghadirkan suasana akrab untuk kembali dikunjungi.

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Alimi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penonton yang telah menjadi bagian dari perayaan tahun ini.

"Terima kasih kepada lebih dari 85.000 penonton yang telah hadir. Prambanan Jazz selalu menjadi tempat bagi kita semua untuk pulang dan berbahagia bersama."

Festival Director Prambanan Jazz Festival, Tovic, menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi titik awal dari berbagai pembaruan yang akan terus dikembangkan.

"Mungkin tahun ini belum menjadi versi terbaik bagi sebagian penonton. Namun bagi kami, ini adalah versi terbaik dalam menghadirkan berbagai pembaruan sebagai awal babak baru Prambanan Jazz. Semarak yang tercipta menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan pengalaman yang lebih baik di tahun depan."

Prambanan Jazz Festival #12 menutup rangkaian perjalanannya dengan keyakinan bahwa sukacita lahir dari berbagai elemen yang saling melengkapi, mulai dari musik, seni, budaya, ruang yang nyaman, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kebersamaan yang terbangun selama tiga hari penyelenggaraan. Seluruhnya bermuara pada satu makna yang sama, yaitu bahwa selalu ada rumah untuk pulang.

Perjalanan berikutnya akan segera dimulai. Prambanan Jazz Festival akan kembali hadir pada tahun 2027.

Load More