Entertainment / Gosip
Rabu, 27 Mei 2026 | 19:36 WIB
Kiai di Pekalongan diamankan atas dugaan kekerasan seksual kepada santriwati [Hasil bidik layar video dan bantuan ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Santriwati di Pekalongan yang diklaim hamil karena mimpi ternyata merupakan korban kekerasan seksual oleh pimpinan pesantrennya, AKF.
  • Aksi bejat oknum kiai tersebut diduga sudah berlangsung sejak 2008 dengan total korban ditaksir mencapai lebih dari 20 santriwati.
  • Kasus baru terungkap setelah belasan tahun karena sebelumnya para korban menghadapi intimidasi dan doktrin kepatuhan dari pelaku.

"Korban sebelumnya tidak berani melapor karena mungkin diancam oleh pelaku ataupun teman-teman santri yang lain. Akhirnya anggota kami melakukan pendekatan sehingga mereka berani speak up," jelas AKBP Riki Yariandi.

Polisi juga menambahkan bahwa pelaku menggunakan kekuasaannya di pesantren dengan memanipulasi pemahaman agama untuk membujuk, menipu, serta mendoktrin korban agar menuruti kemauannya.

Stigma bahwa kekerasan seksual adalah aib keluarga turut memperpanjang daftar korban yang memilih bungkam.

Sebagai informasi, kasus ini bermula dari viralnya klaim tidak biasa dari keluarga santriwati F yang menyebut anak mereka hamil karena kehendak Tuhan melalui mimpi, tanpa pernah berhubungan intim.

Klaim janggal tersebut memicu kecurigaan publik dan desakan investigasi medis. Penyelidikan ilmiah serta tes DNA akhirnya mengarahkan polisi pada sosok AKF.

Kini, pihak kepolisian bersama Dinas Sosial dan tim psikolog terus memberikan pendampingan intensif kepada para korban di safe house untuk memulihkan trauma berat yang mereka alami, sekaligus mengimbau korban-korban lain untuk berani bersuara guna memutus mata rantai kekerasan seksual di institusi pendidikan keagamaan tersebut.

Load More