- Pimpinan pondok pesantren Abdul Khalim Fadlun ditangkap Polres Pekalongan Kota pada 28 Mei 2026 atas kasus pencabulan santriwati.
- Tersangka dijerat UU TPKS dengan ancaman 12 tahun penjara setelah terbukti melakukan persetubuhan terhadap puluhan santriwati sejak 2008.
- Proses penahanan tersangka memicu reaksi keras publik karena pengikutnya menangis histeris dan mencium tangan pelaku saat di Mapolres.
Suara.com - Sebuah pemandangan ganjil sekaligus memilukan terjadi di halaman Mapolres Pekalongan Kota pada Kamis (28/5/2026).
Di tengah pengawalan ketat polisi, tersangka pencabulan puluhan santriwati yang juga pimpinan pondok pesantren, Abdul Khalim Fadlun alias AKF (54), justru diserbu oleh para pengikut dan santrinya.
Mereka menangis histeris serta berebut mencium tangannya sebelum AKF dimasukkan ke dalam mobil tahanan.
Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip dan menuai reaksi keras dari masyarakat.
Para santri berjejer, meratapi penahanan sang kiai, seolah tidak memercayai bahwa sosok yang mereka agungkan kini resmi berstatus sebagai tersangka kekerasan seksual.
Sambil menangis, mereka menciumi tangan sang kiai bak perpisahan terakhir.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa enam orang saksi korban yang merupakan santriwati sekaligus alumni dari padepokan tersebut.
Polisi juga telah membuka posko pengaduan bagi korban lain yang ingin melapor, mengingat estimasi jumlah korban diduga mencapai lebih dari 25 orang.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp300 juta.
Baca Juga: Viral Pengantin Pria Pakai Selendang Bentuk Bunga Menjuntai
Aksi para santri yang masih mencium tangan dan menangisi penahanan pelaku memicu kemarahan sekaligus rasa prihatin yang mendalam dari warganet.
Banyak yang menilai tindakan tersebut merupakan bukti nyata dari kuatnya doktrinasi psikologis yang ditanamkan pelaku selama bertahun-tahun.
"Itu namanya udah terdoktrin, sama ajarannya. Bisa jadi yang beliau ajarin ini agak sesat ya. Contohnya ya ini, dihamilin biar dapat berkah Rasulullah padahal jelas tercela banget," tulis akun @din*** di kolom komentar.
Warganet lain juga menyayangkan sikap pasrah dan penghormatan yang masih diberikan kepada seorang pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.
"Sudah dipastikan itu yang cium-cium tangan pelaku tidak waras atau gila. Nauzubillah. Kalau berakal itu udah ditampol, bukan malah dicium-cium, nangis-nangis, is najis," kata akun @swe***.
Adapun penahanan AKF merupakan kelanjutan dari terbongkarnya kasus kehamilan tidak wajar seorang santriwati berinisial F (22).
F sebelumnya diklaim oleh keluarganya hamil tanpa hubungan badan melainkan karena "kehendak Tuhan melalui mimpi".
Investigasi ilmiah dan tes DNA yang dilakukan Polres Pekalongan Kota akhirnya membuktikan bahwa F merupakan korban persetubuhan oleh sang kiai.
Penyelidikan lebih lanjut kemudian mengungkap bahwa aksi bejat ini telah berlangsung sejak tahun 2008 dan memakan puluhan korban santriwati di bawah umur yang selama ini bungkam karena adanya ancaman serta intimidasi psikologis dari pelaku.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Pengantin Pria Pakai Selendang Bentuk Bunga Menjuntai
-
Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
-
Viral Lagi, Kisah Angeles Duran Mengaku Pemilik Matahari dan Punya Surat Resmi
-
Pimpinannya Ditangkap Kasus Dugaan Pencabulan Santri, Padepokan Padang Ati Minta Berita Ditakedown
-
Viral Keributan SPBU, Oknum Polisi Diduga Pukul Taksi Saat Antre Lalu Ngaku Kakinya Dilindas
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Totalitas Tanpa Batas! Jirayut Rela Tubuh Biru-biru Hingga Leher 'Geser' Demi Film Cek Khodam
-
Rawat Ibu Sendiri hingga Napas Terakhir, Vega Darwanti Ungkap Momen Haru saat Ibunda Berpulang
-
Jelang Konser 40 Tahun, Kahitna Ajak 40 Pelari Bernostalgia di CFD Jakarta
-
Tawa Terakhir Temon sebelum Berpulang: Sempat Bercanda, Lalu Mengeluh Sakit Dada
-
Tak Bisa Dampingi Kepergian Temon, Abdel Achrian Titipkan Keluarga untuk Melayat
-
Temon Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Siang Ini, Jenazah Lebih Dulu Disemayamkan di GPIB Effatha
-
Paket Santet Rilis Trailer Perdana, Horor Kiriman Misterius Siap Hantui Bioskop Mulai 27 Agustus
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih