- Muncul klaim bukti forensik baru yang meragukan penyebab bunuh diri Kurt Cobain, meski Kepolisian Seattle menolak membuka kembali kasusnya.
- Kematian Cobain memperkuat teori konspirasi 27 Club (musisi yang tewas di usia 27 tahun), termasuk kesalahpahaman istilah "klub bodoh" dari ibunya.
- Penelitian statistik membuktikan usia 27 tahun bukanlah kutukan, melainkan risiko gaya hidup populer.
Suara.com - Dunia musik beberapa bulan terakhir kembali diguncang kabar dari masa lalu yang tak kunjung usai. Nama Kurt Cobain, vokalis legendaris Nirvana, mendadak ramai diperbincangkan setelah muncul laporan baru yang meragukan penyebab kematiannya tiga dekade silam.
Selama ini, sejarah mencatat bahwa Kurt Cobain meninggal karena bunuh diri pada April 1994 di kediamannya di Seattle.
Namun, desakan untuk membuka kembali kasus ini kembali menguat. Mengutip laporan dari Daily Mail, Kamis, 4 Juni 2026, sebuah tim forensik swasta baru-baru ini mengklaim telah menemukan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan bahwa Cobain sebenarnya dihabisi oleh seseorang.
Laporan tersebut menyebutkan adanya indikasi rekayasa agar kematian sang ikon grunge tersebut terlihat seperti tindakan mengakhiri hidup sendiri.
Bukan cuma itu, seorang mantan kapten kepolisian Seattle bahkan menyebut bahwa penyelidikan awal pada 1994 "gagal dilakukan dengan baik."
Meskipun klaim ini memicu kegaduhan di kalangan penggemar, Kepolisian Seattle tetap bergeming.
Mereka menegaskan tak memiliki rencana untuk membuka kembali kasus tersebut, merujuk pada tinjauan ulang yang pernah dilakukan pada 2014.
Detektif cold case Mike Ciesynski waktu itu telah meninjau seluruh bukti fisik hingga dokumenter teori konspirasi yang beredar.
Hasilnya tetap sama. Tak ditemukan bukti baru yang cukup kuat untuk mengubah kesimpulan bahwa Cobain meninggal karena bunuh diri akibat tekanan ketenaran, gangguan mental, dan kecanduan zat terlarang.
Baca Juga: Jaga Citra Polisi, Kasus Kematian Kurt Cobain Tak Akan Dibuka Lagi
Perdebatan 27 Club Muncul Lagi
Ramainya pembahasan mengenai Cobain secara otomatis menyeret kembali ingatan publik pada teori konspirasi 27 Club. Istilah ini merujuk pada fenomena budaya pop di mana banyak musisi berbakat meninggal dunia pada usia emas 27 tahun.
Kematian mereka diyakini bukan sebuah kebetulan. Bahkan kutukan mistis, perjanjian dengan ibis, atau konspirasi rahasia dikaitkan sebagai penyebab kematian.
Meskipun istilah "klub" ini baru populer secara luas setelah kematian Cobain pada 1994, fondasi awalnya terbentuk jauh sebelumnya.
Antara tahun 1969 hingga 1971, dunia kehilangan empat pilar musik rock dalam waktu singkat. Mereka adalah Brian Jones (The Rolling Stones), Jimi Hendrix, Janis Joplin, dan Jim Morrison. Semuanya meninggal di usia 27 tahun.
Fenomena ini semakin diperkuat ketika Amy Winehouse meninggal dunia pada 2011, juga di usia 27 tahun. Kematian Winehouse seolah mengonfirmasi ketakutan publik akan adanya "kutukan" di usia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL