Entertainment / Music
Kamis, 04 Juni 2026 | 13:47 WIB
Kurt Cobain masuk dalam daftar 2 Club (Nirvana.com)
Baca 10 detik
  • Muncul klaim bukti forensik baru yang meragukan penyebab bunuh diri Kurt Cobain, meski Kepolisian Seattle menolak membuka kembali kasusnya.
  • Kematian Cobain memperkuat teori konspirasi 27 Club (musisi yang tewas di usia 27 tahun), termasuk kesalahpahaman istilah "klub bodoh" dari ibunya.
  • Penelitian statistik membuktikan usia 27 tahun bukanlah kutukan, melainkan risiko gaya hidup populer.

Suara.com - Dunia musik beberapa bulan terakhir kembali diguncang kabar dari masa lalu yang tak kunjung usai. Nama Kurt Cobain, vokalis legendaris Nirvana, mendadak ramai diperbincangkan setelah muncul laporan baru yang meragukan penyebab kematiannya tiga dekade silam.

Selama ini, sejarah mencatat bahwa Kurt Cobain meninggal karena bunuh diri pada April 1994 di kediamannya di Seattle.

Namun, desakan untuk membuka kembali kasus ini kembali menguat. Mengutip laporan dari Daily Mail, Kamis, 4 Juni 2026, sebuah tim forensik swasta baru-baru ini mengklaim telah menemukan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan bahwa Cobain sebenarnya dihabisi oleh seseorang.

Laporan tersebut menyebutkan adanya indikasi rekayasa agar kematian sang ikon grunge tersebut terlihat seperti tindakan mengakhiri hidup sendiri.

Bukan cuma itu, seorang mantan kapten kepolisian Seattle bahkan menyebut bahwa penyelidikan awal pada 1994 "gagal dilakukan dengan baik."

Meskipun klaim ini memicu kegaduhan di kalangan penggemar, Kepolisian Seattle tetap bergeming.

Mereka menegaskan tak memiliki rencana untuk membuka kembali kasus tersebut, merujuk pada tinjauan ulang yang pernah dilakukan pada 2014.

Detektif cold case Mike Ciesynski waktu itu telah meninjau seluruh bukti fisik hingga dokumenter teori konspirasi yang beredar.

Hasilnya tetap sama. Tak ditemukan bukti baru yang cukup kuat untuk mengubah kesimpulan bahwa Cobain meninggal karena bunuh diri akibat tekanan ketenaran, gangguan mental, dan kecanduan zat terlarang.

Baca Juga: Jaga Citra Polisi, Kasus Kematian Kurt Cobain Tak Akan Dibuka Lagi

Perdebatan 27 Club Muncul Lagi

Ramainya pembahasan mengenai Cobain secara otomatis menyeret kembali ingatan publik pada teori konspirasi 27 Club. Istilah ini merujuk pada fenomena budaya pop di mana banyak musisi berbakat meninggal dunia pada usia emas 27 tahun.

Kematian mereka diyakini bukan sebuah kebetulan. Bahkan kutukan mistis, perjanjian dengan ibis, atau konspirasi rahasia dikaitkan sebagai penyebab kematian.

Meskipun istilah "klub" ini baru populer secara luas setelah kematian Cobain pada 1994, fondasi awalnya terbentuk jauh sebelumnya.

Jimi Hendrix

Antara tahun 1969 hingga 1971, dunia kehilangan empat pilar musik rock dalam waktu singkat. Mereka adalah Brian Jones (The Rolling Stones), Jimi Hendrix, Janis Joplin, dan Jim Morrison. Semuanya meninggal di usia 27 tahun.

Fenomena ini semakin diperkuat ketika Amy Winehouse meninggal dunia pada 2011, juga di usia 27 tahun. Kematian Winehouse seolah mengonfirmasi ketakutan publik akan adanya "kutukan" di usia tersebut.

Load More