Entertainment / Gosip
Selasa, 09 Juni 2026 | 16:07 WIB
Nur Rohmah mantan asisten rumah tangga Erin Taulany ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Juni 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Nur Rohmah, mantan ART Erin Taulany, memberikan kesaksian di Polres Metro Jakarta Selatan pada 9 Juni 2026.
  • Hasil tes medis tanggal 5 Juni 2026 menunjukkan Nur Rohmah mengalami gangguan kecemasan akibat tekanan kerja.
  • Tim medis menyarankan intervensi psikologi berkala dan pemeriksaan psikolog forensik untuk menunjang proses hukum yang berjalan.

Suara.com - Nur Rohmah, mantan asisten rumah tangga (ART) Erin Taulany, menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan. Kehadirannya untuk memberikan kesaksian atas laporan Hera, rekan sesama ART.

Nur Hera didampingi pengacaranya, Basuki guna bertemu penyidik. Dalam pemeriksaan sebagai saksi, perempuan berhijab ini membawa dokumen hasil medis.

"Bukti tambahan, yaitu tes kesehatan kejiwaan beliau," kata Basuki di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Nur Rohmah telah menjalani tes medis pada 5 Juni 2026. Tes tersebut guna mengetahui kondisi psikis selama bekerja dengan Erin Taulany.

"Pemeriksaan menggunakan metode observasi, wawancara, tes inteligensi, dan psikotes," ujar sang pengacara mengenai prosedur medis tersebut.

Nur Rohmah mantan asisten rumah tangga Erin Taulany ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Juni 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]

Hasil dari serangkaian tes tersebut menunjukkan fakta yang mengejutkan mengenai kondisi mental mantan ART Erin Taulany. Dokter menyimpulkan, Nur Rohmah menunjukkan ciri-ciri gangguan jiwa.

"Dapat disimpulkan bahwa Saudari Nur ini menunjukkan ciri-ciri gangguan jiwa berupa gangguan kecemasan tertentu lainnya," baca Basuki dari hasil kesimpulan medis.

Kondisi gangguan kecemasan yang diderita Nur berpengaruh pada aspek kehidupan sehari-harinya.

"Kondisi yang dialami Saudari Nuroh ini mempengaruhi aspek kognitif, aspek emosi, dan aspek sosial dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," lanjut sang pengacara.

Baca Juga: Kasus dengan Hera Belum Usai, ART Baru Erin Taulany Malah Kabur Lompat Pagar

Melihat kondisi tersebut, tim medis merekomendasikan agar Nur segera mendapatkan penanganan psikologi secara rutin. Hal ini diperlukan agar gejala kecemasan yang sering muncul bisa segera diredam dan tidak semakin parah.

Erin Taulany [Tiara Rosana/Suara.com]

"Saudari Nur harap untuk dapat mengikuti intervensi psikologi secara berkala untuk menurunkan keluhan," ujar Basuki membacakan poin rekomendasi.

Selain penanganan rutin, Nur Rohmah juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke pihak yang lebih spesifik. Pemeriksaan ini nantinya akan berkaitan erat dengan kepentingan hukum atas laporan terhadap Erin Taulany.

"Kedua, Saudari Nuroh disarankan mengikuti pemeriksaan lanjutan dengan psikolog forensik," tambahnya menjelaskan langkah selanjutnya.

Basuki menegaskan bahwa kondisi mental kliennya yang terganggu merupakan dampak dari peristiwa yang dialami Nur saat masih bekerja. Hal ini dianggap sebagai bukti kuat adanya trauma yang mendalam pasca bekerja di kediaman Erin Taulany.

"Inilah yang hasilnya didapatkan setelah mengikuti serangkaian tes pada tanggal 5 yang lalu," tegas Basuki mengenai penyebab gangguan tersebut.

Load More