Entertainment / Music
Minggu, 05 Juli 2026 | 05:00 WIB
Penampilan Slank ditonton lebih dari 30 ribu Slankers saat menggelar konser bertajuk "Hey Slank X HS" di Lapangan Rampal, Malang pada Minggu (19/4/2026) malam. [dokumentasi pribadi]
Baca 10 detik
  • Konser HS Berani Kita Beda Tour sesi kedelapan sukses digelar di Prabuwangi Park, Bandung, pada Minggu, 5 Juli 2026.
  • Acara ini melibatkan sembilan grup musik, termasuk tiga musisi lokal Bandung sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan bakat daerah.
  • Penyelenggara mengintegrasikan semangat kreatif musisi dengan kebijakan inklusif perusahaan dalam menyerap tenaga kerja serta mendukung pelaku UMKM lokal.

Suara.com - Konser HS Hey Slank “Berani Kita Beda Tour” sesi ke-8 sukses mengguncang Kota Bandung, Minggu (5/7/2026).

Digelar di Prabuwangi Park, Arcamanik, konser ini menghadirkan line up terbanyak dibanding tujuh kota sebelumnya dengan total sembilan grup musik.

Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu pionir industri kreatif di Indonesia, mulai dari fesyen distro hingga musik alternatif yang tumbuh dari semangat berbeda dan independen.

Dalam konser ini, tiga band lokal Bandung turut dilibatkan sebagai “local heroes”, yakni DT09, Stand Here Alone (SHA), dan Preman Disko. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen HS dalam memberi ruang bagi musisi lokal untuk berkembang.

Manajer DT09, Reza, mengaku bangga bisa terlibat dalam tur tersebut. “Kami grup musik yang lahir dari grassroots, dari tribun Persib dan bobotoh,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum konser.

Ia menambahkan, panggung ini menjadi ruang bagi mereka untuk menyuarakan kecintaan terhadap Persib Bandung, sekaligus menyampaikan kritik dan harapan perubahan. “Kami juga melihat regenerasi band lokal di Bandung mulai berkurang. Semoga HS bisa jadi wadah untuk band-band baru,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Mbenk, vokalis sekaligus basis SHA. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Slank sejak lama. “Saya ini Slankers Kelapa Gading, sudah dengar Slank sejak album PLUR. Jadi SHA ini ada darah Slank-nya,” kata pria bernama asli Taufik Andryyansyah tersebut.

Sementara itu, Timy, vokalis Preman Disko, menyebut kolaborasi ini sebagai pengalaman berharga. “Kami lahir dari sinetron Preman Pensiun, dan bahagia sekali bisa tampil di event ini,” ucapnya.

Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menjelaskan bahwa semangat kreatif musisi Bandung sangat sejalan dengan nilai yang diusung HS. “Spirit Bandung yang kreatif dan berani membuat perubahan sangat relevan dengan movement kami,” katanya.

Baca Juga: Ole Romeny Susul Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Gabung Persib Bandung? Ini Kodenya

Menurut Tessa, HS secara konsisten melibatkan band lokal di setiap kota. “Kami percaya local heroes jika diberi ruang akan tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Selain di musik, semangat “berani beda” juga tercermin dalam kebijakan perusahaan, seperti mempekerjakan karyawan difabel, tenaga kerja tanpa pengalaman, hingga mendukung UMKM karya Slankers di setiap konser.

Di tengah gelombang PHK industri, HS justru terus merekrut tenaga kerja. Saat ini, perusahaan memiliki 4.756 karyawan, termasuk 76 pekerja difabel.

Dari sisi pasar, Bandung Raya menjadi salah satu wilayah strategis bagi HS. Pada 2025, konsumsi rokok di wilayah ini mencapai 800 juta batang per bulan dan meningkat hampir 900 juta batang pada 2026. “Bandung jadi salah satu pasar paling seksi,” kata Tessa.

Bagi Slank sendiri, Bandung menyimpan sejarah penting. Formasi ke-14 yang terdiri dari Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee, dan Ridho pertama kali tampil bersama di kota ini pada 1997.

“Ingat banget saat itu manggung di Sabuga, bahkan sempat ngecat rambut bareng Ivan,” kenang Ridho. Kaka menambahkan, saat itu Ridho langsung mendapat tantangan besar. “Dia langsung harus mengulik 30 lagu untuk penampilan pertama,” ujarnya.

Selain Slank dan band lokal, konser ini juga menghadirkan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, dan Mahalara.

Untuk masuk ke venue, penonton cukup membawa dua bungkus rokok HS varian mild atau slim. Pintu dibuka sejak pukul 13.00 WIB.

Sebelum konser, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan riding komunitas motor, khususnya Vespa, bersama Slank dan HS mengelilingi ikon-ikon Kota Bandung.

Load More