- Film Munafik: Melawan Iblis arahan sutradara Guntur Soeharjanto dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
- Kisah berfokus pada Ustaz Adam yang terpaksa kembali melakukan ruqyah di tengah teror gaib setelah mengalami kehilangan istrinya.
- Produksi film ini mengombinasikan unsur horor supranatural dengan drama keluarga yang mendalam tentang keikhlasan serta pertarungan batin manusia.
"Kami ada acting coach dulu sebelum baca naskahnya. Kami dilatih untuk bisa ngobrol seakan-akan dia adalah suami saya dan saya istrinya Arya Saloka. Jadi sebelum masuk naskah, feel suami-istrinya sudah dibangun dulu," imbuhnya.
Hal serupa juga dilakukan terhadap hubungan ibu dan anak antara dirinya dengan Faqih Alaydrus.
"Bahkan dari saat reading kami juga dibiasakan bukan jadi Widi ataupun Faqih lagi, tapi bagaimana conversation-nya itu sebagai ibu dan anak yaitu Aini dan Amir. Jadi pas di lokasi enggak ada kesulitan yang berarti,"tuturnya.
Di balik proses syuting, ketiganya juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Bagi Widi, adegan paling berat justru ketika dirinya harus menjalani proses menjadi pocong di lokasi pemakaman asli pada dini hari.
"Itu benar-benar lokasinya bukan set, tapi benar-benar di kuburan. Jam setengah satu pagi, lalu adegannya sedang hujan," ucap Widi.
"Ketika dibalikin, kondisinya ada tanah dan air. Itu benar-benar masuk (ke hidung). Aku takutnya ada mikroekspresi yang ketangkap karena kan refleks," katanya mengenang.
Selain itu, ia juga harus menjalani adegan kecelakaan di tengah hutan dengan kondisi hujan hingga subuh.
"Itu berdarah-darah, di aspal, adegannya hujan, lengkap sudah, dan luar biasa dingin," tuturnya.
Pengalaman tak kalah menantang juga dialami Faqih Alaydrus. Sebagai film horor pertamanya, ia harus menjalani syuting malam hari di tengah hutan.
Baca Juga: Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
"Adegan kecelakaan paling mengesankan karena kita take jam setengah tiga pagi. Aku harus tiduran di tanah, keguling-guling, hujan-hujanan," ujar Faqih.
Menariknya, aktor muda itu mengaku bukan hantu yang paling membuatnya khawatir saat syuting.
"Aku sih enggak takut hantu di sana, tapi takutnya ular lewat," ucapnya sambil tertawa.
Donny Damara pun memiliki pengalaman ekstrem saat harus menjalani adegan tubuhnya terbakar.
"Salah satu adegan yang menurut saya ekstrem adalah waktu Haji Mansur berkelahi dengan Ustaz Adam. Di akhir perkelahian itu saya terbakar," kata Donny.
Aktor 59 tahun tersebut mengaku sempat deg-degan, tetapi tim stunt telah mempersiapkan seluruh prosedur keamanan secara matang.
"Saya dilumuri gel yang dingin sekali, kemudian dialirkan cairan sehingga apinya menjalar. Benar-benar dipastikan aman dulu. Itu pengalaman pertama saya dibakar dan ternyata aman," bebernya.
Menariknya, Munafik: Melawan Iblis juga menjadi film horor pertama sepanjang karier Donny Damara.
Hal serupa juga dirasakan Faqih Alaydrus yang baru pertama kali terlibat dalam produksi horor.
"Karena aku belum pernah film horor, jadi aku tertarik untuk main film ini. Menurut aku film horor ini melatih keberanian," kata Faqih.
Setelah menjalaninya, ia mengaku justru menjadi lebih berani.
"Lebih kayak enggak takut sih sama hal-hal yang seperti itu. Jadi lebih berani," tuturnya.
Sementara itu, Donny menilai kekuatan utama Munafik bukan hanya pada unsur horornya, melainkan bagaimana film ini menampilkan praktik ruqyah yang menurutnya lebih dekat dengan kenyataan.
"Yang menarik adalah bagaimana cara meruqyah. Ruqyah yang benar dengan dibacakan ayat suci yang benar, dengan tajwid yang benar," ujarnya.
"Saya juga baru tahu cara meruqyah orang itu ternyata tenang saja. Kalau di film memang untuk kebutuhan adegan harus sedikit dieksaserasi," ucapnya menambahkan.
Di sisi lain, Widi menilai penonton tidak hanya akan disuguhkan teror, tetapi juga drama keluarga yang kuat.
"Ini bukan cuma horor yang menakut-nakuti. Bagaimana kita melihat proses damai dalam diri seseorang terhadap kehilangan, rasa duka, dan akhirnya dia berani untuk terus berjalan, menerima takdir," ujar Widi.
Ia berharap penonton akan pulang dengan perasaan yang bercampur aduk setelah menyaksikan film tersebut.
"Kayaknya akan mengharu biru, karena dibungkus bukan cuma horor, tapi juga proses mengikhlaskan kehilangan," katanya.
Donny pun berharap Munafik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga meninggalkan pesan bagi penonton.
"Film itu ada hiburan, ada informasi, ada juga pembelajaran. Mungkin yang saya tarik hampir sama seperti Mbak Widi, harus ada ikhlas. Minimal begitu mereka beranjak dari tempat duduk pasti ngomongin film itulah. Mudah-mudahan banyak yang masih ngomongin yang baik. Minimal terhiburlah," imbuhnya.
Munafik: Melawan Iblis merupakan film horor religi Indonesia yang diadaptasi dari film Malaysia berjudul sama karya Syamsul Yusof. Versi Indonesia disutradarai Guntur Soeharjanto dan diproduseri Oswin Bonifanz.
Film ini dibintangi Arya Saloka, Donny Damara, Widi Dwinanda, Faqih Alaydrus, Acha Septriasa, Nova Eliza, Elvira Devinamira, Dimas Aditya, dan sejumlah aktor lainnya.
Cerita berfokus pada Ustaz Adam yang kembali melakukan ruqyah setelah kehilangan sang istri, di tengah teror gaib yang menguji keimanan dan keteguhan batinnya.
Film produksi Unlimited Production bekejra sama dengan Skop Official ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Tag
Berita Terkait
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Fajar Nugra Gunakan Pakaian Dalam Wanita untuk Pelet di Film Pemikat Jiwa
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Bintangi Film Tanah Sengketa, The Virgin Berani Tampil Beda
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
26 Started with a Yes!: Kado Ultah Terindah Eltasya Natasha, Dilamar Kekasih
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack
-
Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'