Entertainment / Gosip
Selasa, 14 Juli 2026 | 17:35 WIB
Gus Miftah. [Suarajogja.id/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Gus Miftah adalah pendakwah asal Lampung yang memimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
  • Kekayaan Gus Miftah bersumber dari honor ceramah, konten YouTube, bisnis parfum, hingga peran sebagai brand ambassador.
  • Meskipun sempat menjabat Utusan Khusus Presiden, total kekayaan resminya belum dilaporkan melalui LHKPN kepada pihak KPK.

Suara.com - Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang kerap disapa Gus Miftah, merupakan salah satu pendakwah populer di Indonesia. Ia lahir pada 5 Agustus 1981 di Lampung Timur, dan sekarang memimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Nama Gus Miftah melejit karena gaya dakwahnya yang blak-blakan dan sering menyasar kaum marjinal, termasuk pekerja dunia malam. Tak heran, banyak yang turut bertanya-tanya, berapa harta kekayaan Gus Miftah?

Faktanya, hingga saat ini, tidak ada angka pasti mengenai total harta kekayaan Gus Miftah.

Sosoknya sendiri sempat menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Namun, ia belum melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK sebelum mengundurkan diri.

Meski demikian, harta kekayaan Gus Miftah bisa dilihat dari beberapa pundi-pundi penghasilannya.

Sumber Kekayaan Gus Miftah

Gus Miftah [Suara.com/Rena Pangesti]

 

1. Pondok Pesantren Ora Aji

Sebagai pimpinan pesantren, Gus Miftah mendapatkan dukungan dari jamaah dan donatur. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga menjadi basis kegiatan dakwah yang mendatangkan infak dan sedekah secara rutin.

Meski tidak ada rincian keuangan publik, kepemilikan pesantren ini menjadi salah satu aset utama yang mendukung aktivitasnya.

2. Bisnis Parfum D'Goes

Baca Juga: Gus Miftah: Pesantren Harus Jadi Benteng Lawan Bullying dan Kecanduan Gadget

Gus Miftah terlibat dalam bisnis parfum dengan merek D'Goes. Produk ini cukup populer di kalangan penggemarnya dan menjadi salah satu diversifikasi usaha di luar dakwah. Bisnis ini turut menyumbang pendapatan tetap.

3. Ceramah dan Undangan

Sebagai pendakwah papan atas, tarif ceramah Gus Miftah menjadi sorotan. Beredar informasi bahwa ia pernah menolak honor Rp75 juta untuk durasi 1,5 jam karena dianggap kurang. Tarif tersebut belum termasuk akomodasi, transportasi, dan kebutuhan rombongan.

Meski ia sendiri menyatakan tidak mematok tarif tetap, popularitasnya membuat permintaan undangan sangat tinggi. Beberapa laporan menyebut penghasilan dari ceramah bisa mencapai angka fantastis per bulan.

4. YouTube dan Konten Digital

Kanal YouTube resmi "Gus Miftah Official" memiliki lebih dari 1 juta subscriber. Menurut estimasi SocialBlade, pendapatan bulanan dari platform ini berkisar antara Rp5 juta hingga Rp85 juta.

Load More