-
Hayden Panettiere meninggal dunia pada usia 36 tahun akibat serangan jantung di South Carolina.
-
Mendiang berjuang melawan depresi berat dan kecanduan obat akibat tekanan industri sejak kecil.
-
Tragedi ini memperpanjang deretan mantan bintang cilik Hollywood yang meninggal di usia muda.
Suara.com - Aktris Hollywood Hayden Panettiere meninggal dunia pada usia 36 tahun setelah memikul beban popularitas sejak masa balita. Tragedi ini menegaskan kembali pola berulang mengenai kehancuran mental yang kerap menimpa mantan bintang cilik dunia.
Panettiere merintis karier akting sejak berumur delapan bulan hingga memuncaki popularitas lewat serial Heroes dan Nashville. Kehidupan masa kecilnya tersita habis oleh jadwal kerja intensif tanpa menyisakan ruang pribadi untuk tumbuh secara normal.
Eksploitasi peran dramatis sejak usia dini membentuk trauma psikologis yang sangat mendalam pada dirinya. Situasi tersebut kian memburuk akibat hubungan profesional yang tidak sehat dengan sang ibu kandung selaku manajernya.
"Secara tidak sadar, saya mulai mengaitkan malapetaka dengan rasa kagum," tulisnya dalam buku kenangan This Is Me: A Reckoning tiga bulan sebelum wafat. "Oramg-orang menyukai saya ketika hal-hal buruk pura-pura terjadi pada saya."
Keretakan rumah tangga orang tua saat Panettiere berusia 18 tahun mengubah seluruh dinamika keluarga menjadi urusan bisnis semata. Batas antara peran ibu dan agen hiburan menjadi hilang sama sekali.
"Semuanya adalah bisnis," ujar Panettiere dalam podcast Jay Shetty awal tahun ini. "Saya menjadi tempat curhat dan asisten serta terapis dan bahu untuk menangis – dan segalanya kecuali menjadi anaknya."
Konflik tersebut berujung pada pemutusan hubungan komunikasi secara total antara dirinya dan sang ibu.
"Tidak ada hubungan antara dia dan saya, menyedihkan," tegasnya saat ditanya mengenai kondisi hubungan mereka.
Peran sebagai Claire Bennet dalam serial Heroes pada usia 17 tahun melemparkan namanya ke puncak kepopuleran global. Namun, sorotan media tabloid yang sangat invasif justru mengikis ketahanan mental sang aktris.
Bagaimana Tekanan Industri Mendorong Penggunaan Obat Terlarang?
Tekanan pekerjaan di ruang publik memicu ketergantungan bahan kimia berbahaya sejak usianya masih sangat muda. Tim manajemen memberikan zat terlarang hanya demi menjaga penampilan fisiknya di depan kamera.
"Saya tidak tahu pintu apa yang akan terbuka bagi saya terkait kecanduan saya," ungkap Panettiere kepada People pada 2022.
"Seiring bertambahnya usia, obat-obatan dan alkohol menjadi sesuatu yang hampir tidak bisa saya jalani tanpanya."
Kondisi psikologisnya semakin memburuk pascamelahirkan putrinya, Kaya, pada tahun 2014 akibat depresi berat. Pola hidup destruktif ini merusak hubungannya dengan sang pasangan, petinju Wladimir Klitschko.
"Dia tidak ingin berada di dekat saya. Saya tidak ingin berada di dekat saya," tuturnya kepada media.