Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB
Raffi Ahmad tengah mendapat hujatan dari warganet karena menggelar acara Sumpah Pemuda, tetapi mengajak serta mahasiswa fiktif dan dibayar. [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Raffi Ahmad dan sejumlah pesohor dikritik warganet karena menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
  • Acara yang diinisiasi Polda Metro Jaya tersebut menuai polemik setelah terungkap melibatkan massa bayaran berkedok mahasiswa.
  • Publik dan kampus terkait mengecam penggunaan peserta fiktif tersebut yang dinilai sebagai upaya pencitraan dan meredam kritik nyata.

Pada Rabu (28/10/2026), ribuan mahasiswa murni dan elemen masyarakat sipil turun ke jalan menyuarakan keresahan rakyat, mulai dari krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mahalnya biaya pendidikan, hingga arah tata kelola pemerintahan.

Saat unjuk rasa kritis mahasiswa sempat menghadapi pembatasan dan barikade aparat, acara deklarasi para pesohor di Bundaran HI keesokan harinya justru berlangsung mulus dengan pengawalan lengkap.

Hal ini memicu persepsi publik bahwa deklarasi tersebut sengaja dirancang sebagai "demo tandingan" guna meredam kritik nyata anak muda terhadap pemerintah.

Sebagai pejabat negara yang membawahi kepemudaan, Raffi Ahmad dinilai gagal menangkap denyut nadi keresahan generasi muda.

Publik menganggap Raffi lebih memilih menampilkan seremoni pencitraan bersama lingkaran kekuasaan daripada hadir mendengarkan suara kritis rakyat.

Komentar Pedas Warganet dan 'Ramalan' Windah Basudara

Akun Instagram Raffi Ahmad yang mengantongi puluhan juta pengikut pun langsung diserbu komentar bernada kecewa dan cemoohan dari netizen.

Tak sedikit warganet yang menyindir predikat Utusan Khusus Presiden yang disandangnya, menyebut acara bertema anti-hoaks itu sebagai lelucon lantaran melibatkan figur mahasiswa fiktif.

Fenomena ini kian menarik perhatian publik setelah streamer gaming ternama, Windah Basudara, secara terbuka menyuarakan kejenuhannya terhadap manuver pencitraan dan para pesohor pendukung pemerintah.

Dalam pandangannya, Windah bahkan sempat memprediksi pola strategi mitigasi isu para figur publik ketika terdesak kritik: yakni dengan tiba-tiba mengunggah kehangatan keluarga atau konten bernuansa religius demi mengalihkan atensi publik.

Prediksi tersebut tampaknya sejalan dengan gelagat warganet yang kini menaruh curiga pada unggahan-unggahan terbaru Raffi di media sosial, termasuk foto-foto seputar anak yang tak luput dari serbuan komentar kritis.

Hingga saat ini, publik masih menanti penjelasan terbuka dan pertanggungjawaban moral dari Raffi Ahmad serta pihak terkait mengenai bagaimana acara resmi kepemudaan tersebut bisa disusupi oleh praktik pengerahan massa bayaran

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com