Suara.com - Media lokal dinilai tidak perlu takut mengadopsi strategi, format, maupun teknologi yang telah digunakan media besar atau nasional untuk mengembangkan bisnis dan konten.
Namun, proses tersebut perlu dilakukan secara kreatif melalui metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Meniru dalam konteks ini bukan berarti menjiplak atau melakukan plagiarisme.
Media lokal dapat mempelajari formula yang terbukti berhasil di industri media nasional maupun global, kemudian menyesuaikannya dengan karakteristik, kebutuhan, dan audiens daerah masing-masing.
Strategi tersebut dinilai penting agar media lokal mampu beradaptasi di tengah perubahan perilaku audiens dan gempuran disrupsi digital.
Hal itu disampaikan CEO BlokBojonegoro, Abdul Qohar, pada hari kedua Local Media Summit (LMS) 2026 di Hotel Manhattan Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, keberanian untuk belajar dari media lain dapat menjadi salah satu cara bagi media lokal untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitas dan kekuatan lokalnya.