Kenapa Raffi Ahmad Dihujat? Ini Kronologi Kontroversi hingga Boikot Berbagai Acara

Rabu, 04 November 2026 | 14:40 WIB
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Kehadiran Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di Jakarta memicu kritik publik dan seruan boikot.
  • Sejumlah musisi dan pelaku UMKM memundurkan diri dari RANS Carnival Sleman akibat gelombang boikot tersebut.
  • Polda Metro Jaya dan Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf serta membatalkan berbagai agenda acara terkait.

Suara.com - Nama Raffi Ahmad menjadi sorotan publik setelah kehadirannya dalam sebuah acara bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 memicu kritik dari masyarakat.

Kontroversi tersebut berkembang karena acara yang dihadiri Raffi dinilai sebagian warganet bermasalah, terutama setelah muncul dugaan penggunaan atribut almamater oleh peserta yang bukan mahasiswa dari perguruan tinggi terkait.

Kritik kemudian meluas menjadi seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan kegiatan yang berkaitan dengan RANS Entertainment, termasuk RANS Carnival di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dampaknya semakin terlihat ketika sejumlah musisi dan pelaku UMKM memilih mundur, agenda acara di Tasikmalaya dibatalkan, hingga panitia GSI Youth Fest Hero Summit 2026 mencabut rencana undangan untuk Raffi.

Kronologi Kontroversi Dimulai dari Acara Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad tengah mendapat hujatan dari warganet karena menggelar acara Sumpah Pemuda, tetapi mengajak serta mahasiswa fiktif dan dibayar. [Instagram]

Polemik bermula dari Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang diselenggarakan Polda Metro Jaya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Acara tersebut digelar sehari setelah demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil di lokasi yang sama dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, sehingga penyelenggaraannya memunculkan pertanyaan mengenai konteks dan tujuan kegiatan.

Perbincangan semakin ramai setelah beredar pengakuan seseorang yang mengaku mengikuti deklarasi dengan mengenakan jaket almamater perguruan tinggi meskipun bukan mahasiswa dari kampus tersebut.

Kehadiran Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ikut menuai kritik karena sebagian masyarakat menilai acara tersebut berpotensi mengaburkan makna gerakan mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan aspirasi.

RANS Carnival Diboikot, Musisi dan UMKM Mundur

Gelombang kritik kemudian merembet ke RANS Carnival yang digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Seruan boikot di media sosial membuat sejumlah pengisi acara memutuskan membatalkan penampilan, termasuk Tipe-X, Guyon Waton, OM Wawes, dan Masdddho.

Keputusan tersebut juga diikuti mundurnya pelaku UMKM yang semula berencana membuka lapak dalam acara tersebut, termasuk tenant Roti Gembong Gedhe dan sejumlah peserta usaha lainnya.

Polemik itu membuat penyelenggara menghadapi perubahan susunan pengisi acara dan partisipasi pelaku usaha, meskipun RANS Carnival sebelumnya dirancang sebagai ruang hiburan sekaligus wadah promosi bagi musisi dan UMKM lokal.

Dampak berikutnya muncul di Tasikmalaya setelah manajemen Plaza Asia membatalkan agenda RANS Carnival dan Cipungland yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026.

Manajer Operasional Plaza Asia Roni Apriliansyah menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya, sementara pihak mal mengaku hanya menyediakan tempat dan belum mengetahui secara terperinci jumlah maupun asal UMKM serta daftar bintang tamu yang disiapkan penyelenggara.

Klarifikasi Polda Metro Jaya dan Raffi Ahmad

Menanggapi polemik deklarasi, Polda Metro Jaya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto pada 31 Oktober 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com