- Komika Kiki Saputri meminta maaf melalui Instagram pada Rabu, 4 November 2026.
- Kiki mengklarifikasi video tahun 2023 di Bandara Kertajati yang memuat ucapan rakyat jelata.
- Pernyataan tersebut merupakan komedi sarkastik untuk menyindir fenomena flexing bukan merendahkan masyarakat.
Suara.com - Komika Kiky Saputri akhirnya memberikan klarifikasi, setelah sebuah video lawas yang dikenal karena ucapan "Rakyat Jelata" kembali beredar luas dan memicu perdebatan di media sosial.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Rabu (4/11/2026), Kiky memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang merasa tersinggung atas perkataannya.
Kiky menyadari bahwa pilihan kata yang ia gunakan dalam video tersebut dinilai kurang tepat oleh sebagian kalangan, terlepas dari maksud awal saat video itu direkam.
"Pertama-tama aku ingin meminta maaf kepada teman-teman yang merasa tersinggung dengan ucapan dalam video tersebut. Aku memahami bahwa ada pilihan kata yang mungkin terdengar kurang tepat, terlepas dari maksud saat itu," tulis Kiky mengawali penjelasannya.
Bongkar Konteks di Balik Video 2023
Guna meluruskan polemik yang berkembang, Kiky membeberkan konteks di balik momen tersebut.
Ia menjelaskan bahwa video itu diambil pada tahun 2023 lalu, saat ia bersama sejumlah pengisi acara diundang untuk menghadiri peresmian Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.
Dalam rangkaian perjalanan dinas itu, Kiky dan rekan-rekannya berkesempatan terbang dalam satu pesawat bersama Menteri Perhubungan yang menjabat pada saat tersebut.
Terkait celetukan "rakyat jelata" yang menuai sorotan, komika yang kerap me-roasting para pejabat publik ini menegaskan bahwa ucapannya tersebut lahir dari gaya komedi sarkastik yang biasa ia bawakan.
Ia bermaksud menyindir fenomena pamer kemewahan (flexing) yang kala itu marak diperbincangkan publik, bukan untuk merendahkan masyarakat.
Bahkan, Kiky menyebut istilah itu justru ditujukan untuk menertawakan dirinya sendiri yang baru pertama kali merasakan fasilitas pesawat jet pribadi.
"Begitu pula dengan ucapan dalam video tersebut, termasuk penggunaan kata 'rakyat jelata', yang sebenarnya aku maksudkan sebagai sindiran terhadap fenomena flexing pada saat itu, dan bukan untuk merendahkan masyarakat. Karena aku pun memposisikan diri sebagai 'rakyat jelata' yang baru pertama kali naik private jet," imbuhnya.
Jadikan Pelajaran Berharga
Meski berakar dari candaan satir, istri Muhammad Khairi ini mengakui adanya celah persepsi antara niat penutur dan penerimaan publik.
Kiky menyadari statusnya sebagai figur publik menuntut kehati-hatian yang lebih besar dalam berkomunikasi di ruang terbuka.