Sekjen Gerindra Duga Aksi Sadap Listyo Sigit Cs Insubordinasi dan Upaya Makar

Rabu, 04 November 2026 | 15:56 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Sekjen Partai Gerindra Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menduga bekas Kapolri Listyo Cs melakukan makar terhadap Presiden Prabowo Subianto.
  • Dugaan makar dan insubordinasi tersebut muncul setelah Listyo Cs terbukti melakukan penyadapan ilegal terhadap komunikasi telepon Presiden Prabowo Subianto.
  • Pemerintah menyatakan tindakan penyadapan terhadap kepala negara tersebut membahayakan keselamatan pimpinan negara serta kepentingan dan kedaulatan bangsa.

Suara.com - Pandangan ada potensi perbuatan makar dalam tindakan Listyo Cs menyadap Presiden Prabowo Subianto tidak hanya datang dari Istana. Partai Gerindra selaku penyokong utama Prabowo turut menyampaikan pandangan serupa.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengindikasikan ada upaya makar oleh bekas Kapolri Listyo atas perbuatannya menyadap komunikasi telepon kepala negara.

Sugiono sendiri menyayangkan aksi penyadapan tersebut ternyata dilakukan Kepala Staf Kepresidenan, seorang pemangku jabatan yang kantornya satu kompleks dengan Istana Kepresidenan Jakarta, tempat Prabowo berkantor.

Gerindra sendiri, kata Sugiono bertanya-tanya mengenai motif Listyo menyadap Prabowo.

"Apa sih motifnya? Apa sih dasarnya? Kan seperti itu. Penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan, kepada Presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau, ya," kata Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Sugiono berpandangan bahwa Listyo dan sejumlah jenderal Polri yang menjadi twrsangka penyadapan ilegal telah insubordinasi. Ia bahkan memandang ada potensi perbuatan mengarah ke makar.

"Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan satu bentuk insubordinasi, ya. Insubordinasi, kemudian bisa jadi kemudian juga ditemukan motif-motif yang mengarah ke makar kepada presiden," kata Sugiono.

Sugiono menyampaikan dalih atas dugaannya bahwa Listyo Cs sedang melakukan makar melalui penyadapan terhadap Prabowo.

"Ya itu tadi, motifnya apa, niatnya apa? Kenapa ada institusi di bawah presiden kemudian melakukan penyadapan terhadap Presiden? Itu insubordinasi, mutiny," ujar Sugiono.

Istana Singgung Makar

Istana dengan tegas menyampaikan pandangan ada potensi perbuatan makar atas penyadapan yang dilakukan bekas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Cs terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Pandangan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi saat mengumumkan pemecatan Listyo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

"Dan kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar, juga mengarah ke perbuatan yang membahayakan keselamatan kepentingan negara termasuk membahayakan keselamatan pimpinan negara," kata Pras dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Pras mengungkapkan apa yang menjadi dasar Istana menilai ada kemungkinan penyadapan oleh Listyo mengarah kepada upaya makar.

"Tadi kan sudah saya sampaikan, ya. Kalau melakukan tindak penyadapan, penghilangan barang bukti elektronik, ilegal akses untuk sesuatu yang sebenarnya sudah diatur di dalam peraturan perundang-undangan kita dan ini menyangkut Kepala Negara, menyangkut pejabat-pejabat negara, nah ini kan sesuatu yang, yang ini luar biasa gitu lho. Jadi kita tidak, tidak mengerti juga apa yang menjadi motif dan tujuannya," tutur Pras.

Menurut Pras, penyadapan terhadap kepala negara bisa dikategorikan membahayakan kepentingan dan kedaulatan bangsa dan negara.

"Nah karena kalau sudah berbicara Kepala Negara, berbicara pimpinan negara di situ kan banyak informasi-informasi yang tentu sangat sensitif yang itu akan membahayakan, bisa jadi informasi sensitif tersebut membahayakan kepentingan dan kedaulatan bangsa dan negara," kata Pras.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com