Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Selasa, 05 November 2019 | 10:59 WIB
Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pejalan kaki melintas di antara sisa-sisa pohon yang ditebang di trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/11). Penebangan pohon yang merupakan imbas dari revitalisasi trotoar yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta tersebut dikeluhkan oleh para pejalan kaki karena membuat suasana di kawasan Cikini menjadi gersang dan panas. [Suara.com/Angga Budhiyanto]