Foto / News
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:49 WIB
Petugas mengangkut tong berisi bubur sampah organik di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]
Petugas memasukkan sampah organik ke dalam mesin pencacah di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]
Petugas menunjukkan manggot black soldier fly (BSF) pengurai sampah organik di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]

Suara.com - Petugas mengangkut tong berisi bubur sampah organik di Kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Makasar, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pusat pengolahan sampah organik tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 50 ton sampah per hari yang telah dipilah dan dikumpulkan oleh masyarakat di setiap kelurahan untuk dijadikan bubur organik pakan manggot dan pupuk kompos.

Program pengolahan sampah organik itu menjadi bagian upaya Pemprov DKI mengurangi kiriman sampah ke TPST Bantargebang sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah dari sumber.

Selain dijadikan pakan maggot dan kompos, hasil olahan sampah organik tersebut juga direncanakan dimanfaatkan untuk pupuk cair dan pemeliharaan ruang terbuka hijau di wilayah Jakarta Timur. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/sgd]

Load More