Foto / News
Selasa, 04 Agustus 2026 | 05:30 WIB
ilustrasi KAI. [handout]
ilustrasi KAI. [handout]
ilustrasi KAI. [handout]

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat volume angkutan perkebunan mencapai 374.098 ton sepanjang Januari–Juli 2026. Angka tersebut naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 317.026 ton.

Kenaikan juga terjadi secara bulanan. Selama Juli 2026, KAI mengangkut 51.741 ton komoditas perkebunan atau meningkat 24,52% dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 41.551 ton.

Mayoritas komoditas yang diangkut berupa minyak sawit mentah (CPO). Layanan kereta api dinilai berperan menjaga kelancaran distribusi CPO dari wilayah produksi menuju fasilitas pengolahan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.

Peningkatan angkutan berlangsung seiring penerapan Program Mandatori Biodiesel B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Program tersebut memperluas pemanfaatan CPO sebagai bahan baku biodiesel untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Selain mengangkut komoditas sawit, KAI juga mulai menerapkan penggunaan bahan bakar B50 secara bertahap pada lokomotif dan kereta pembangkit. Perseroan berkomitmen memperkuat kapasitas layanan angkutan perkebunan guna mendukung rantai pasok industri dan hilirisasi sawit.

Load More