Foto / News
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Warga menuangkan air ke dalam galon saat mencari air di Bogor Kopen, Desa Bojong, Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]
Warga menciduk air pada galian belik saat mencari air di Bogor Kopen, Desa Bojong, Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]
Warga menuangkan air ke dalam jeriken saat mencari air di Bogor Kopen, Desa Bojong, Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]

Suara.com - Warga menuangkan air ke dalam galon saat mencari air di Bogor Kopen, Desa Bojong, Wonosegoro, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026). Selain mengandalkan bantuan distribusi air bersih, warga setempat juga masih mencari air dari belik hasil galian di dasar sungai yang mulai mengering untuk kebutuhan hidup saat musim kemarau.

Kondisi tersebut dipicu menurunnya debit sumber air selama musim kemarau. Sejumlah wilayah di Kecamatan Wonosegoro mulai mengalami krisis air bersih sehingga pasokan dari truk tangki menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BPBD Kabupaten Boyolali telah menyiapkan sekitar 1,25 juta liter air bersih untuk mengantisipasi kekeringan. Hingga akhir Juli 2026, ratusan ribu liter air telah didistribusikan ke sejumlah desa di lima kecamatan yang terdampak.

Selain distribusi air bersih, BPBD juga terus memantau wilayah rawan kekeringan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung. [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc]

Load More