Fresh.suara.com - Pengacara keluarga almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengungkap sejumlah bukti yang diduga sebagai kejahatan lain Ferdy Sambo terhadap kliennya. Ferdy Sambo diduga menguasai rekening bank Brigadir J alias Brigadir Yosua Hutabarat dan melakukan transfer dari rekening tersebut setelah sang ajudan sudah meninggal.
Dalam cuplikan tayangan berita Metro TV yang diunggah akun Instagram Lambe Pedess, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap bahwa Brigadir J semasa hidupnya memiliki empat rekening bank. Namun, sepeninggal Brigadir J, rekening tersebut dikuasai oleh Ferdy Sambo dan tersangka lainnya.
“Ada 4 rekening daripada almarhum ini dikuasai atau dicuri oleh Ferdy Sambo dan kawan-kawan, handphonenya, ATM-nya di empat bank, kemudian laptopnya merek Asus dan sebagainya,” ujar Kamaruddin.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan bahwa pihaknya menemukan adanya transaksi dari rekening Brigadir J ke rekening salah satu tersangka. Padahal, saat transaksi tersebut terjadi pada tanggal 11 Juli 2022, Brigadir J sudah meninggal dunia.
“Ternyata benar seperti saya katakan kemarin, saya melibatkan PPATK, mengapa ada transaksi, sedangkan orangnya sudah mati, jadi terkonfirmasi sudah, memang benar, apa yang saya katakan, memang benar bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi orang mati, masing mengirimkan duit, nah coba, kebayang nggak kejahatannya? Orang mati, dalam hal ini almarhum, transaksi uang, mengirim duit ke rekeningnya salah satu tersangka, ajaib toh? Ah itulah Indonesia,” ujar Kamaruddin.
Berita Terkait
-
Viral Video Ferdy Sambo dan Brigadir J Bermain Bersama Sebelum Pembunuhan
-
Tolak Lindungi Istri Ferdy Sambo, LPSK Cium Kejanggalan-Kejanggalan Ini
-
Netizen Kecam Sesama Netizen yang Puji-Puji Bharada E
-
Ekspresi Istri Ferdy Sambo di Video Ini Disorot, Netizen: Tangannya Pegang Mobil
-
Ini Kata Pengacara Baru Bharada E soal Tuntutan Bayaran 15 Triliun dari Deolipa Yumara
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran